![]() |
| Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Disbudpar Kota Bandung & Poltekpar NHI (sumber : Dede Diaz Abdurahman) |
Bandung kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat posisinya sebagai kota wisata favorit di Indonesia. Pada Selasa, 9 Desember 2025, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung resmi menandatangani kerja sama teknis dengan Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Penandatanganan yang berlangsung di Ballroom Asia Afrika, Savoy Homann Bidakara Hotel Bandung itu menjadi momentum penting untuk menghadirkan layanan wisata yang makin berkualitas.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara Poltekpar NHI dan Pemkot Bandung yang sudah ditetapkan pada Agustus 2025 lalu. Fokusnya jelas: memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di bidang pariwisata untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisata di Kota Kembang.
Pariwisata Bandung Kembali Bergeliat: 8 Juta Wisatawan Hingga Oktober 2025!
Dalam sambutannya, Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan, menyampaikan kabar menggembirakan. Hingga Oktober 2025, wisatawan yang datang ke Bandung telah mencapai 8 juta orang—angka yang hampir menyamai masa kejayaan pariwisata sebelum pandemi.
Tak hanya soal angka, Bandung juga terus memperkuat identitas wisatanya melalui pengembangan 8 Kampung Wisata Kreatif (KWK). Masing-masing punya keunikan tersendiri yang bisa memberikan pengalaman baru bagi wisatawan. Di antaranya:
- KWK Braga – Wisata heritage yang ikonik
- KWK Cigadung – Kawasan seni dan budaya
- KWK Rajut Binong Jati – Sentra rajut terbesar di Bandung
- KWK Literasi Cinambo – Eduwisata literasi
- KWK Kain Cigondewah – Surga kain dan tekstil
- KWK Pasir Kunci – Wisata alam dan budaya
- KWK Sepatu Cibaduyut – Legenda industri sepatu
- KWK Gedebage – Kawasan pengembangan baru
Dari seluruh kawasan tersebut, KWK Rajut Binong Jati mendapat sorotan khusus karena berhasil naik status menjadi KWK Berkembang, menandakan semakin siapnya kawasan ini menjadi destinasi wisata kreatif unggulan.
Kolaborasi untuk Wisata Bandung yang Lebih Berkualitas
![]() |
| Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Disbudpar Kota Bandung & Poltekpar NHI (sumber : Dede Diaz Abdurahman) |
Menurut Adi Junjunan, kerja sama dengan Poltekpar NHI ditujukan untuk meningkatkan kualitas SDM pariwisata, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Semakin berkualitas layanan wisata yang kita hadirkan, semakin besar dampaknya bagi perekonomian kota,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, pengembangan talenta pariwisata Bandung akan dilakukan secara lebih terarah—mulai dari penguatan kapasitas pelaku wisata hingga peningkatan mutu layanan di berbagai destinasi.
Direktur Poltekpar NHI Bandung, Anwari Masatip, pun menyambut baik kerja sama ini. Ia menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir Poltekpar NHI telah meningkatkan standar pendidikannya hingga ke level internasional. Karena itu, ia merasa kehormatan tersendiri bisa terlibat langsung dalam pembangunan kualitas pariwisata Bandung.
Dihadiri Banyak Pihak, Bukti Bandung Serius dalam Pariwisata
Penandatanganan kerja sama ini juga dihadiri berbagai pihak yang punya peran penting dalam ekosistem wisata Bandung, mulai dari jajaran pimpinan Poltekpar NHI hingga mitra-mitra sektor pariwisata seperti ASTINDO, ITLA, HPI, GIPI, GenPI Bandung Raya, dan perwakilan Pokdarwis dari seluruh Kampung Wisata Kreatif.
Dengan dukungan banyak pihak, kerja sama ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi langkah nyata untuk menghadirkan pengalaman wisata Bandung yang lebih kreatif, ramah wisatawan, dan berdaya saing.
Bandung Semakin Siap Menyambut Wisatawan
Baik itu wisata budaya di Braga, belanja tekstil di Cigondewah, hingga berburu kerajinan unik di Binong Jati—Bandung terus berbenah untuk menyajikan pengalaman terbaik bagi para pelancong.
Kehadiran kolaborasi antara Disbudpar Kota Bandung dan Poltekpar NHI menjadi energi baru bagi sektor pariwisata. Kota ini seolah kembali menegaskan jati dirinya: destinasi kreatif dengan layanan pariwisata yang makin profesional dan berkelas.


