Masjid Nurul Huda Jatimakmur, Wisata Religi Bersejarah di Bekasi Sejak Abad ke-19

Jabar Tourism
0

Masjid Nurul Huda Jatimakmur (gmaps/red kurawa)

Bekasi dikenal sebagai kota penyangga ibu kota dengan deretan kawasan modern dan pusat bisnis. Namun, di balik geliat urbanisasi tersebut, Bekasi juga menyimpan jejak sejarah Islam yang panjang dan menarik untuk ditelusuri. Salah satunya adalah Masjid Nurul Huda Jatimakmur, sebuah masjid tua yang hingga kini masih berdiri kokoh dan menjadi saksi perjalanan dakwah serta perjuangan umat Islam di wilayah ini.


Bagi pencinta wisata religi dan sejarah, Masjid Nurul Huda bukan sekadar tempat ibadah. Masjid ini menawarkan pengalaman wisata yang sarat nilai budaya, spiritual, dan nasionalisme. Tak heran jika masjid ini kerap disebut sebagai salah satu masjid paling bersejarah di Bekasi.


Berdiri Sejak 1822, Jejak Awal Islam di Bekasi

Masjid Nurul Huda Jatimakmur didirikan pada tahun 1822, jauh sebelum Indonesia merdeka. Pada masa itu, keberadaan masjid sangat terbatas, sehingga masjid ini menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat muslim setempat. Selain digunakan untuk shalat berjamaah, masjid juga berfungsi sebagai tempat musyawarah, pengajian, hingga pusat konsolidasi sosial umat.


Keberadaan masjid ini bahkan lebih tua dari Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro. Fakta tersebut menjadikan Masjid Nurul Huda sebagai salah satu bukti penting berkembangnya Islam di wilayah Bekasi sejak awal abad ke-19.


Wakaf Masyarakat dan Perjuangan Ulama Lokal

Menurut pengelola masjid, tanah tempat berdirinya Masjid Nurul Huda berasal dari wakaf masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap syiar Islam. Wakaf tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membangun masjid yang hingga kini terus memberi manfaat lintas generasi.


Masjid ini didirikan oleh KH Mukharom, seorang ulama yang dikenal gigih dalam menyebarkan ajaran Islam. Pada masa penjajahan Belanda, masjid ini juga menjadi tempat berkumpul para ulama dan tokoh masyarakat untuk menyusun strategi perjuangan serta memperkuat semangat perlawanan terhadap kolonialisme.


Dari Pusat Dakwah hingga Pendidikan Generasi Muda

Setelah KH Mukharom wafat, estafet dakwah diteruskan oleh putranya, KH Abdussalam. Di bawah kepemimpinannya, Masjid Nurul Huda semakin berkembang sebagai pusat pendidikan Islam. Berbagai pengajian rutin digelar dan menghadirkan tokoh-tokoh besar nasional.


Beberapa ulama ternama yang tercatat pernah mengisi pengajian di masjid ini antara lain Buya Hamka, Habib Ali Al Habsy, dan Habib Abdullah bin Yahya. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menegaskan peran penting Masjid Nurul Huda dalam peta dakwah Islam di Jawa Barat.


Tak hanya ilmu agama, para pemuda dan santri juga dibekali keterampilan fisik, termasuk bela diri. Hal ini mencerminkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan mental, spiritual, dan ketahanan masyarakat.


Arsitektur yang Berubah, Nilai Sejarah yang Tetap Terjaga

Seiring berjalannya waktu, Masjid Nurul Huda Jatimakmur mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi besar dilakukan pada tahun 1993 untuk menyesuaikan kapasitas dan kenyamanan jamaah. Meski demikian, beberapa elemen penting tetap dipertahankan, termasuk posisi mihrab imam yang tidak diubah sejak awal berdirinya masjid.


Di area sekitar masjid, pengunjung juga dapat menemukan makam para pendiri dan tokoh pewakaf tanah. Keberadaan makam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan religi yang ingin berziarah sekaligus mengenang jasa para ulama terdahulu.


Destinasi Wisata Religi yang Sarat Makna

Kini, Masjid Nurul Huda Jatimakmur tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai destinasi wisata religi dan sejarah di Bekasi. Masjid ini kerap dikunjungi jamaah dari berbagai daerah yang ingin beribadah, berziarah, maupun belajar sejarah Islam lokal.


Bagi wisatawan yang mencari pengalaman wisata yang lebih bermakna, Masjid Nurul Huda menawarkan ketenangan, nilai spiritual, dan pelajaran tentang persatuan umat. Di tengah modernisasi kota, masjid ini menjadi pengingat bahwa Bekasi memiliki akar sejarah Islam yang kuat dan patut dilestarikan.


Menjaga Warisan untuk Generasi Mendatang

Pengelola masjid berharap nilai ukhuwah Islamiyah yang telah dibangun sejak ratusan tahun lalu dapat terus hidup di tengah masyarakat. Masjid Nurul Huda Jatimakmur bukan hanya peninggalan fisik, tetapi juga simbol persatuan, perjuangan, dan dakwah yang relevan hingga hari ini.


Jika Anda berkunjung ke Bekasi, sempatkanlah singgah ke masjid bersejarah ini. Selain beribadah, Anda juga akan mendapatkan pengalaman wisata religi yang kaya akan cerita dan makna.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)