Menyusuri Jejak Stasiun Radio Cililin: Reruntuhan Bersejarah di Tengah Hutan Bandung Barat

Jabar Tourism
0

Gedung Nirom Cililin (sumber : gmaps/Hilman Syafriadi)

Bandung Barat selalu menyimpan cerita menarik, bukan hanya soal alamnya yang memesona, tetapi juga sejarahnya yang mendunia. Salah satu peninggalan bersejarah yang kini jarang diketahui orang adalah Stasiun Pemancar Radio Cililin. Letaknya tersembunyi di tengah kawasan hutan, namun siapa sangka bangunan tua yang kini sunyi ini pernah menjadi saksi kejayaan teknologi komunikasi dunia.


Bagi para pecinta wisata sejarah, mengunjungi reruntuhan stasiun radio ini seperti membuka lembaran waktu. Di balik dinding-dinding yang rapuh dan jendela yang pecah, tersimpan kisah tentang bagaimana sebuah desa di Jawa Barat pernah terhubung langsung dengan Eropa melalui gelombang radio.


Dari Cililin, Suara Menembus Belanda

Stasiun Pemancar Radio Cililin mulai beroperasi pada Agustus 1918. Lokasinya dipilih jauh dari keramaian karena kondisi hutan yang tenang dianggap ideal untuk memancarkan gelombang radio tanpa gangguan.


Puncak sejarahnya terjadi pada April 1923, ketika sinyal radio dari Cililin berhasil menembus ribuan kilometer hingga sampai ke Belanda. Ini adalah pencapaian luar biasa di zamannya, karena komunikasi jarak jauh kala itu masih terbatas pada telegram kabel. Tak lama kemudian, Stasiun Malabar juga ikut memancarkan sinyal serupa, menjadikan Jawa salah satu pelopor komunikasi nirkabel dunia.


Masa Keemasan Bersama NIROM

Keberhasilan itu membuat Cililin semakin penting. Pada 1926, fasilitasnya diperbesar, dan perannya menjadi andalan bersama Stasiun Malabar dalam komunikasi lintas benua.


Tahun 1925, pemerintah kolonial mendirikan NIROM (Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschappij), sebuah stasiun penyiaran resmi Hindia Belanda. Cililin dan Malabar menjadi “tulang punggung” jaringan ini. Dari sinilah masyarakat bisa menikmati siaran musik, berita, bahkan hiburan yang disiarkan langsung dari Eropa—sebuah kemewahan pada masanya.


Bagi orang-orang Hindia Belanda, mendengar suara dari seberang lautan lewat radio adalah pengalaman magis. Radio bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga jendela dunia.


Reruntuhan yang Menyisakan Cerita

Seiring berhentinya operasional Malabar, aktivitas Cililin pun meredup. Kini, bangunan yang dulu dipenuhi mesin-mesin canggih hanya menyisakan dinding tua, pilar kokoh yang mulai berlumut, dan sisa peralatan yang berkarat. Meski demikian, suasana sunyi di tempat ini justru menambah kesan mistis sekaligus historis.


Warga sekitar bahkan punya cerita-cerita menarik. Konon, ada yang pernah mendengar suara dengungan samar dari arah reruntuhan, seolah mesin pemancar itu masih bekerja di keheningan malam. Terlepas benar atau tidaknya, kisah ini semakin membuat lokasi ini penuh daya tarik bagi para pencinta sejarah dan wisatawan yang suka berburu pengalaman berbeda.


Potensi Wisata Sejarah di Cililin

Sayangnya, keberadaan Stasiun Radio Cililin belum banyak mendapat perhatian. Padahal, tempat ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata edukasi sejarah. Bayangkan jika kawasan ini ditata menjadi museum radio pertama di Jawa Barat, lengkap dengan dokumentasi, replika alat pemancar, dan tur sejarah yang menceritakan bagaimana suara dari sebuah desa kecil di Bandung Barat mampu menembus benua Eropa.


Bagi penjelajah yang suka hidden gems, reruntuhan Cililin bisa menjadi destinasi unik. Selain merasakan atmosfer hutan yang tenang, pengunjung juga bisa membayangkan betapa megahnya teknologi komunikasi di awal abad ke-20.


Tips Berkunjung

Jika kamu tertarik menelusuri jejak sejarah ini, berikut beberapa tips:

- Gunakan kendaraan pribadi, karena lokasinya cukup tersembunyi.

- Siapkan alas kaki yang nyaman, mengingat akses menuju reruntuhan melewati jalan setapak.

- Bawa kamera, karena suasana bangunan tua di tengah hutan ini sangat fotogenik untuk hunting foto bertema vintage atau eksplorasi sejarah.

- Sebaiknya datang bersama pemandu lokal agar perjalanan lebih aman dan informatif.


Stasiun Radio Cililin bukan sekadar bangunan tua yang terlupakan. Ia adalah saksi bisu bagaimana Bandung Barat pernah menjadi bagian penting dari jaringan komunikasi dunia. Mengunjungi tempat ini bukan hanya tentang melihat reruntuhan, tetapi juga tentang merasakan denyut sejarah yang pernah menghubungkan Jawa dengan Eropa.


Bagi pecinta wisata sejarah, Cililin adalah destinasi yang patut masuk dalam daftar perjalananmu berikutnya. Karena di balik sunyi hutan Bandung Barat, ada suara masa lalu yang masih bergaung, menunggu untuk kembali diceritakan.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)