![]() |
| Curug Cibeureum Kabandungan (sumber : gmaps/sammy rumopa) |
Bayangkan udara pagi yang segar, ditemani suara burung dan desir angin yang berbisik lembut di sela pepohonan. Dari kejauhan, gemuruh air seperti memanggil-manggil, seolah menuntun langkah kita ke sebuah surga tersembunyi. Itulah sensasi awal ketika menuju Curug Cibeureum Kabandungan, salah satu air terjun paling memesona di Sukabumi, Jawa Barat.
Perjalanan ke sini bukan hanya sekadar melancong, tapi juga pengalaman menyatu dengan alam, lengkap dengan cerita, misteri, dan tantangan di sepanjang jalannya.
Asal Nama yang Penuh Cerita
Sebelum menjejakkan kaki di dasar air terjunnya, banyak pengunjung yang penasaran dengan nama “Cibeureum.” Dalam bahasa Sunda, “Ci” berarti air, dan “beureum” berarti merah. Konon, dulu dinding tebing di sekitar curug ditumbuhi lumut merah. Saat terkena sinar matahari, kilauan merah itu membuat air tampak berwarna kemerahan.
Ada juga legenda mistis tentang sebuah batu besar di tengah aliran curug yang dipercaya sebagai jelmaan seorang pertapa. Cerita-cerita inilah yang membuat perjalanan ke Curug Cibeureum terasa semakin hidup — seakan setiap tetes airnya menyimpan kisah.
Trekking yang Menantang Tapi Mengasyikkan
Menuju Curug Cibeureum tidak bisa dilakukan dengan langkah santai seperti berjalan di taman kota. Rute dimulai dari gerbang kawasan wisata Pondok Halimun. Di awal perjalanan, jalur relatif datar dan masih bisa ditempuh dengan motor hingga batas tertentu. Tapi setelah itu, petualangan sesungguhnya dimulai.
Ada area yang dikenal sebagai Batu Loncat dengan trek menanjak, berbatu, dan cukup licin saat hujan. Nafas mulai tersengal, kaki dipaksa bekerja lebih keras, tapi setiap langkah terasa membayar dengan keindahan pemandangan sekitar. Sekitar satu jam hingga satu setengah jam trekking, tubuh lelah, namun semangat tetap terjaga — karena suara gemuruh air makin terdengar jelas.
Hingga akhirnya, setelah turunan tangga batu terakhir, panorama megah Curug Cibeureum menyambut dengan percikan air yang menyejukkan wajah.
Panorama Air Terjun yang Menghipnotis
Setinggi kurang lebih 60 meter, Curug Cibeureum berdiri anggun di antara tebing hijau yang ditumbuhi lumut. Debit airnya deras, jatuh menghantam batuan, lalu mengalir ke kolam alami di bawahnya. Airnya jernih dan dingin, mengundang siapa pun untuk sekadar mencelupkan kaki atau merasakan sensasi menyegarkan ala pegunungan.
Menariknya, Curug Cibeureum bukan satu-satunya air terjun di kawasan ini. Ada beberapa curug lain yang lebih kecil dan tenang, seolah menjadi harmoni alam yang lengkap. Di sekitarnya, hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melindungi flora dan fauna, menghadirkan suasana alami yang jarang tersentuh modernitas.
Tak jarang, kabut tipis turun dan berpadu dengan percikan air, menciptakan suasana dramatis yang cocok untuk diabadikan dalam kamera.
Fasilitas dan Tiket yang Ramah Wisatawan
Meski berada di kawasan hutan, Curug Cibeureum memiliki fasilitas yang cukup memadai. Tersedia area parkir, warung kecil untuk mengisi perut, serta toilet dan tempat bilas. Beberapa fasilitas memang sederhana, tapi cukup untuk kebutuhan dasar wisatawan.
Harga tiket masuknya pun sangat ramah kantong, sekitar Rp12.000 – Rp17.000 per orang. Dengan biaya segitu, pengunjung bisa menikmati keindahan curug sekaligus pengalaman trekking yang seru. Waktu terbaik untuk datang adalah pagi hingga siang hari, saat udara masih segar dan jalur trekking tidak terlalu ramai.
Kenapa Harus ke Sini?
Setiap perjalanan wisata tentu punya kelebihan dan kekurangan. Jalur trekking ke Curug Cibeureum memang menantang, bahkan bisa licin saat musim hujan. Fasilitas seperti toilet juga masih terbatas. Namun, semua itu seolah tak berarti ketika sudah berdiri di depan air terjun yang gagah ini.
Keindahan alam yang asri, suara air yang menenangkan, serta udara segar pegunungan menjadikan tempat ini sebagai pilihan tepat untuk melepas penat. Bagi pecinta alam dan petualangan ringan, Curug Cibeureum adalah destinasi yang sulit untuk ditolak.
Mengunjungi Curug Cibeureum Kabandungan bukan hanya tentang melihat air terjun, tapi juga perjalanan untuk merasakan keajaiban alam dari dekat. Setiap langkah trekking, setiap hembusan angin, hingga percikan air di wajah — semua menjadi bagian dari cerita perjalanan yang tak mudah dilupakan.
Jika suatu hari kamu merasa lelah dengan rutinitas kota, cobalah arahkan langkahmu ke Sukabumi. Biarkan Curug Cibeureum menjadi tempatmu meresapi kembali arti ketenangan.

