![]() |
| Cungkring Kuliner Khas Bogor yang Melegenda (pinterest) |
Bogor tidak hanya terkenal dengan udara sejuk dan Kebun Raya yang ikonik, tetapi juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang masih bertahan hingga sekarang. Salah satu hidangan khas yang menjadi kebanggaan warga Bogor adalah cungkring. Kuliner sederhana ini bukan sekadar makanan pengganjal lapar, melainkan bagian dari sejarah dan identitas budaya Kota Hujan yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Bagi wisatawan yang gemar berburu kuliner autentik, mencicipi cungkring bisa menjadi pengalaman tersendiri. Rasanya yang khas, proses pengolahan tradisional, serta cerita panjang di baliknya membuat cungkring layak masuk dalam daftar kuliner wajib saat berkunjung ke Bogor.
Apa Itu Cungkring? Kuliner Khas dengan Cita Rasa Unik
Cungkring adalah hidangan tradisional Bogor yang berbahan dasar kikil atau kaki sapi, terkadang dilengkapi bagian kepala sapi. Bahan tersebut direbus dalam waktu lama hingga teksturnya menjadi empuk dan kenyal. Setelah matang, kikil disajikan bersama lontong, lalu disiram bumbu kacang kental yang gurih dan sedikit manis.
Sekilas, tampilannya memang sederhana. Namun justru dari kesederhanaan inilah kekuatan rasa cungkring muncul. Perpaduan kikil yang lembut dengan bumbu kacang yang kaya rempah menghasilkan cita rasa khas yang sulit ditemukan pada makanan lain.
Sebagai pelengkap, cungkring biasanya disajikan dengan tempe goreng, kerupuk, dan terkadang tambahan sambal, sehingga menciptakan kombinasi rasa dan tekstur yang semakin lengkap.
Filosofi dan Nilai Budaya di Balik Sepiring Cungkring
Lebih dari sekadar makanan, cungkring mencerminkan kearifan lokal masyarakat Bogor dalam memanfaatkan bahan pangan secara maksimal. Penggunaan kikil dan bagian sapi lainnya menunjukkan filosofi tidak menyia-nyiakan bahan makanan, sesuatu yang sudah lama menjadi bagian dari budaya kuliner Nusantara.
Cara memasaknya yang masih mempertahankan metode tradisional juga menjadi bukti bahwa cungkring adalah warisan kuliner yang dijaga dengan penuh ketelatenan. Resep dan teknik memasaknya biasanya diwariskan secara turun-temurun, tanpa banyak perubahan, agar cita rasa aslinya tetap terjaga.
Tak heran jika bagi warga lokal, menikmati cungkring bukan hanya soal makan, tetapi juga mengenang tradisi dan kebiasaan lama yang masih bertahan di tengah modernisasi.
Cungkring Pak Jumat, Legenda Kuliner Bogor
Jika berbicara tentang cungkring, nama Cungkring Pak Jumat hampir selalu disebut. Penjual cungkring legendaris ini sudah berjualan sejak tahun 1970-an dan dikenal luas oleh warga Bogor maupun wisatawan. Lokasinya berada di kawasan Jalan Suryakencana, salah satu pusat wisata kuliner tertua di Bogor.
Setiap pagi, antrean pembeli kerap terlihat di lapak sederhana Pak Jumat. Banyak pelanggan setia rela datang lebih awal karena cungkring biasanya cepat habis. Hal ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat, meski pilihan makanan modern semakin beragam.
Wisata Kuliner Jalan Suryakencana yang Tak Pernah Sepi
Jalan Suryakencana bukan hanya rumah bagi cungkring, tetapi juga pusat kuliner legendaris Bogor lainnya. Kawasan ini dikenal sebagai surga makanan tradisional, mulai dari laksa Bogor, doclang, hingga soto kuning.
Keberadaan cungkring di kawasan ini memperkuat daya tarik wisata kuliner Bogor. Wisatawan bisa berjalan kaki menyusuri jalanan tua sambil mencicipi berbagai makanan khas, seolah melakukan perjalanan rasa dan waktu dalam satu kesempatan.
Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern
Di era makanan cepat saji dan tren kuliner kekinian, eksistensi cungkring menjadi bukti bahwa rasa autentik tetap memiliki penggemar. Banyak wisatawan justru mencari makanan tradisional sebagai bagian dari pengalaman berwisata, bukan sekadar tempat foto atau destinasi populer.
Cungkring hadir sebagai pengingat bahwa kuliner tradisional adalah bagian penting dari identitas daerah. Melestarikannya berarti menjaga cerita, sejarah, dan kearifan lokal yang melekat di dalamnya.
Tips Menikmati Cungkring Saat Berwisata ke Bogor
Bagi kamu yang ingin mencicipi cungkring, berikut beberapa tips sederhana:
- Datang pagi hari, karena cungkring biasanya dijual sejak pagi dan cepat habis.
- Jangan ragu mencoba dengan tambahan sambal jika suka rasa pedas.
- Nikmati di tempat untuk mendapatkan sensasi hangat dan segar.
- Sekalian jelajahi kuliner lain di sekitar Jalan Suryakencana.
Cungkring, Cita Rasa yang Tak Lekang oleh Waktu
Cungkring bukan hanya kuliner legendaris, tetapi juga simbol ketahanan budaya lokal Bogor. Dari proses memasak hingga cara penyajiannya, semuanya menyimpan cerita tentang kesederhanaan, kreativitas, dan rasa syukur.
Jadi, saat berkunjung ke Bogor, jangan hanya mengabadikan momen di tempat wisata alam. Luangkan waktu untuk mencicipi cungkring, dan rasakan sendiri bagaimana sepiring makanan sederhana mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan.

