![]() |
| Cungkup Prasasti Batutulis Diresmikan, Revitalisasi Cagar Budaya Bogor Dipercepat (Kemenbud) |
Upaya pelestarian sejarah di Kota Bogor memasuki babak baru. Pemerintah resmi meresmikan cungkup Prasasti Batutulis, salah satu situs cagar budaya paling penting di Jawa Barat. Peresmian ini menjadi penanda keseriusan negara dalam mempercepat revitalisasi warisan budaya, sekaligus menghidupkan kembali nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Bogor memiliki posisi strategis dalam sejarah Nusantara. Keberadaan Prasasti Batutulis bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber pengetahuan penting tentang peradaban Sunda, khususnya pada masa Kerajaan Pakuan Pajajaran. Oleh karena itu, revitalisasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan makna dan narasi sejarah bagi masyarakat.
Prasasti Batutulis dikenal sebagai artefak batu bertulis yang memuat kisah tentang Sri Baduga Maharaja, raja besar Pajajaran. Melalui prasasti ini, generasi masa kini dapat menelusuri jejak kepemimpinan, nilai budaya, serta kejayaan kerajaan yang pernah berpusat di wilayah Bogor. Cungkup yang dibangun diharapkan mampu melindungi prasasti sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung yang ingin mempelajari sejarah secara langsung.
Lebih jauh, revitalisasi kawasan Batutulis juga diarahkan untuk mendukung pengembangan wisata budaya dan ekonomi kreatif lokal. Situs sejarah tidak lagi diposisikan sebagai ruang sunyi, melainkan sebagai pusat edukasi, destinasi wisata, dan penggerak aktivitas masyarakat sekitar. Dengan pendekatan ini, cagar budaya diharapkan memberi manfaat berkelanjutan, baik secara kultural maupun ekonomi.
Fadli Zon menekankan pentingnya menjadikan situs sejarah sebagai “etalase peradaban”. Melalui pengelolaan yang tepat, Prasasti Batutulis dapat menjadi media pembelajaran yang memperkuat identitas bangsa, sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah Indonesia kepada dunia.
Peresmian cungkup Prasasti Batutulis menjadi langkah awal menuju pengelolaan cagar budaya yang lebih modern dan inklusif. Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi contoh sukses revitalisasi situs sejarah yang mampu menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu ruang budaya yang hidup dan bermakna.

