Sejarah Pabrik Tjipetir Sukabumi: Pabrik Misterius yang Mendunia dan Kini Jadi Destinasi Wisata Bersejarah

Jabar Tourism
0

Pabrik Tjipetir Sukabumi (Antara)

Sukabumi bukan hanya terkenal sebagai Kota Santri atau destinasi alam yang menawan. Kabupaten ini juga menyimpan warisan kolonial yang penuh cerita, salah satunya Pabrik Tjipetir, sebuah pabrik tua pengolah gutta percha yang namanya sempat menggema hingga Eropa.

Keunikan sejarahnya membuat lokasi ini kini banyak diburu wisatawan pencinta sejarah, fotografer, hingga pemburu spot vintage bernuansa mistis.


Menariknya lagi, sisa-sisa produksi pabrik ini pernah ditemukan terdampar di pesisir Eropa pada era 2010-an, menjadikan Pabrik Tjipetir sorotan dunia. Lantas, seperti apa sebenarnya kisah pabrik kuno yang berada di tengah perkebunan Sukabumi ini? Yuk, telusuri sejarahnya!


Jejak Awal Pabrik Tjipetir, Industri Besar yang Lahir dari Hutan Tropis Sukabumi

Pada pertengahan abad ke-19, gutta percha menjadi komoditas super penting di dunia. Bahan ini berasal dari getah pohon Palaquium yang banyak tumbuh di wilayah tropis, termasuk Sukabumi.

Dengan sifat termoplastik—keras namun bisa dilunakkan lewat pemanasan—gutta percha digunakan untuk:

- Isolator kabel telegraf bawah laut

- Peralatan medis dan kedokteran gigi

- Bola golf

- Perlengkapan militer


Melihat nilai ekonominya yang tinggi, Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan pusat pengolahan besar di Desa Cipetir, Kecamatan Cikidang, Sukabumi pada tahun 1855. Dari sinilah lahir Pabrik Tjipetir, salah satu proyek industri terbesar di Hindia Belanda dengan mesin pengolahan yang didatangkan langsung dari Eropa.


Bangunannya berdiri megah dengan perkebunan ribuan hektare di sekelilingnya. Pada masa itu, Pabrik Tjipetir menjadi simbol kemajuan industri kolonial yang luar biasa.


Masa Kejayaan yang Mendunia

Antara tahun 1855 hingga 1920, Pabrik Tjipetir mencapai masa keemasan. Produksinya yang melimpah membuat pabrik ini tercatat sebagai produsen gutta percha terbesar di dunia.


Produk bertanda “Tjipetir” diekspor ke berbagai negara, terutama Eropa dan Amerika Serikat, yang saat itu tengah gencar membangun jaringan kabel telegraf bawah laut. Keberadaan pabrik ini menjadikan Sukabumi bagian penting dari perkembangan teknologi komunikasi global.


Balok-balok gutta percha dari Tjipetir pun menjadi barang yang familiar di pelabuhan internasional. Dari sinilah nama Tjipetir mulai mendunia.


Kemunduran dan Tutupnya Operasi

Memasuki akhir 1920-an, kejayaan Tjipetir mulai meredup. Munculnya plastik dan karet sintetis yang lebih murah dan mudah diproduksi membuat gutta percha tersingkir dari pasar dunia. Permintaan menurun drastis dan pabrik tak mampu bersaing.


Akhirnya pada 1921, Pabrik Tjipetir resmi ditutup. Sejak itu, bangunan megahnya perlahan menjadi sunyi dan tertinggal, meski tetap berdiri sebagai saksi sejarah industri Nusantara.


Hari ini, bekas pabrik masih digunakan sesekali untuk pesanan khusus, namun jumlah produksinya sangat kecil dibanding masa kejayaannya.


Penemuan Balok “Tjipetir” di Pantai Eropa: Misteri yang Mendunia

Kisah Pabrik Tjipetir kembali menjadi buah bibir dunia pada awal 2010-an. Warga di Inggris, Prancis, hingga Spanyol menemukan balok-balok misterius bertuliskan “Tjipetir” terdampar di pantai.

Awalnya, banyak yang menduga balok itu berasal dari kapal yang hilang, bahkan dikaitkan dengan tragedi Titanic oleh sebagian komunitas internet.


Namun penelitian mengungkap bahwa balok itu adalah gutta percha produksi Pabrik Tjipetir Sukabumi. Diduga, balok-balok tersebut berasal dari kapal dagang yang tenggelam pada masa Perang Dunia I atau II, yang membawa produk dari Hindia Belanda menuju Eropa.


Temuan ini secara tidak langsung menghidupkan kembali nama Tjipetir di pentas internasional, sekaligus memperkuat nilai historisnya.


Pabrik Tjipetir Hari Ini: Wisata Sejarah yang Eksotis dan Instagramable

Kini bangunan tua Pabrik Tjipetir berdiri di kawasan perkebunan PTPN VIII Sukamaju. Meski sebagian strukturnya mulai lapuk, suasana vintage dan nuansa mistisnya justru menjadi daya tarik bagi wisatawan.


Mengapa Pabrik Tjipetir layak dikunjungi?

✔ Spot foto Instagramable

Sisa bangunan kolonialnya punya karakter unik, cocok untuk fotografi bertema sejarah dan eksplorasi urban (urbex).


✔ Destinasi edukasi sejarah

Pengunjung bisa melihat langsung peninggalan industri gutta percha yang pernah berjaya di dunia.


✔ Suasana alam sejuk khas Sukabumi

Lokasinya berada di tengah perkebunan, menawarkan udara segar dan lanskap hijau yang menenangkan.


✔ Penuh cerita mistis dan lokal legend

Menarik bagi wisatawan yang suka sejarah bercampur kisah misteri.

Pabrik Tjipetir bukan sekadar bangunan tua di tengah perkebunan Sukabumi. Tempat ini adalah bagian penting dari sejarah industri dunia yang jejaknya bahkan ditemukan hingga benua Eropa. Kini, pabrik ini menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi, terutama bagi penjelajah yang mencari nuansa klasik dan sarat cerita.


Jika Anda sedang berlibur ke Sukabumi, jangan lupa masukkan Pabrik Tjipetir dalam daftar destinasi wisata sejarah yang wajib dikunjungi!

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)