Yayasan Lokatmala Dukung Helaran Budaya “Lengkah ka Jaman Anyar 2025” di Cianjur

Jabar Tourism
0

Yayasan Lokatmala Dukung Helaran Budaya “Lengkah ka Jaman Anyar 2025” di Cianjur (instagram/yayaasanlokatmala)

Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap rencana pelaksanaan Karnaval Helaran Budaya “Lengkah ka Jaman Anyar 2025” yang akan digelar di Kabupaten Cianjur pada 20 Desember 2025. Kegiatan ini dinilai bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ruang strategis untuk memajukan kebudayaan sebagai praktik hidup yang terus berkembang di tengah masyarakat.


Ketua Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia, N. Wina Resky Agustina, S.Sn., M.Sn., menegaskan bahwa helaran budaya memiliki peran penting sebagai media pendidikan publik. Menurutnya, kegiatan semacam ini mampu menjembatani nilai-nilai tradisi dengan dinamika zaman modern secara kontekstual dan relevan.


“Helaran budaya adalah upaya merawat ingatan kolektif sekaligus menumbuhkan kesadaran akan masa depan. Di dalamnya, adat, kreativitas, dan keberagaman bertemu sebagai jalan peradaban, bukan hanya menjadi tontonan semata,” ujar Wina.


Ia menambahkan, pelibatan masyarakat lintas generasi dalam helaran budaya menjadi kunci agar tradisi tidak berhenti sebagai simbol, tetapi terus diwariskan melalui pengalaman langsung. Anak-anak, pemuda, seniman, hingga komunitas adat diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam kegiatan ini.


Helaran Budaya “Lengkah ka Jaman Anyar 2025” sendiri diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur (@disbudpar.cianjur) dengan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Berbagai elemen direncanakan terlibat, mulai dari sanggar seni, komunitas budaya, pelajar, pelaku ekonomi kreatif, hingga pelaku UMKM lokal yang akan memeriahkan rangkaian acara.


Secara konseptual, kegiatan ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan manusia dan masyarakat. Melalui helaran budaya, nilai-nilai lokal tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari identitas dan arah pembangunan daerah.


Selain parade budaya yang menampilkan busana adat, seni pertunjukan, dan ekspresi tradisi lokal, helaran ini juga direncanakan diisi dengan pameran budaya, pertunjukan musik tradisional dan kontemporer, serta ruang edukasi publik yang mengangkat sejarah dan kearifan lokal Cianjur. Pendekatan ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda sekaligus wisatawan budaya.


“Cianjur melangkah ke zaman anyar tanpa tercerabut dari akar,” kata Wina. “Justru dari akar itulah kebudayaan akan terus menemukan maknanya dan tumbuh relevan dengan tantangan zaman.”


Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Karnaval Helaran Budaya “Lengkah ka Jaman Anyar 2025” diharapkan menjadi momentum penting bagi Cianjur untuk menegaskan identitas budaya sekaligus membuka ruang dialog antara tradisi dan masa depan.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)