Masjid Besar Tegal Kalong Sumedang, Masjid Tertua dengan Mahkota Ikonik di Atapnya

Jabar Tourism
0

Masjid Agung Tegalkalong Sumedang (gmaps/Kartika Eka H)

Jika berbicara tentang wisata religi dan sejarah di Kabupaten Sumedang, Masjid Besar Tegal Kalong menjadi salah satu destinasi yang tak boleh dilewatkan. Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan saksi bisu perjalanan panjang sejarah Islam dan pemerintahan Sumedang sejak ratusan tahun lalu.


Berlokasi di kawasan Tegal Kalong, Kecamatan Sumedang Utara, masjid ini dikenal sebagai masjid tertua di Sumedang. Keunikan arsitektur serta kisah sejarah yang melekat membuatnya menarik untuk dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang gemar menelusuri jejak masa lampau.


Jejak Sejarah Masjid Tertua di Sumedang

Masjid Besar Tegal Kalong diperkirakan berdiri pada abad ke-17, bertepatan dengan masa perpindahan pusat pemerintahan Kerajaan Sumedang Larang dari Dayeuhluhur ke kawasan Tegal Kalong. Perpindahan ini dilakukan oleh Raden Suriadiwangsa, putra Prabu Geusan Ulun, sebagai upaya memperkuat pusat kekuasaan sekaligus pengembangan wilayah.


Sejak awal pembangunannya, masjid ini memiliki peran strategis. Selain difungsikan sebagai tempat ibadah, Masjid Besar Tegal Kalong juga menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat pada masa kerajaan. Tak heran jika keberadaannya hingga kini masih sangat dijaga dan dihormati warga sekitar.


Ciri Khas Arsitektur: Mahkota di Atap Masjid

Salah satu daya tarik utama Masjid Besar Tegal Kalong terletak pada arsitektur atapnya yang unik. Masjid ini mengusung gaya tradisional Nusantara dengan atap bertumpang yang disangga oleh tiang-tiang utama. Di bagian paling atas, terdapat mustaka atau hiasan atap berbentuk mahkota, yang menjadi ciri khas sekaligus identitas bangunan.


Mahkota tersebut bukan hanya elemen estetika, tetapi juga simbol kejayaan dan kehormatan. Bentuk arsitektur ini jarang ditemukan pada masjid-masjid modern, sehingga memberi kesan klasik dan sarat makna sejarah bagi siapa pun yang melihatnya.


Saksi Peristiwa Bersejarah di Masa Lampau

Masjid Besar Tegal Kalong juga menyimpan cerita kelam dalam perjalanan sejarah Sumedang. Pada tahun 1678, kawasan Tegal Kalong pernah diserang pasukan Kesultanan Banten. Saat itu, masyarakat dan pejabat kerajaan tengah melaksanakan salat Idul Fitri di masjid ini.


Peristiwa tersebut menimbulkan banyak korban dan meninggalkan trauma mendalam. Hingga kini, kisah tersebut masih hidup dalam ingatan kolektif masyarakat Sumedang dan menjadi bagian dari narasi sejarah lokal yang melekat pada masjid ini.


Tetap Lestari di Tengah Modernisasi

Meski telah mengalami beberapa kali pemugaran, Masjid Besar Tegal Kalong tetap mempertahankan bentuk dan karakter aslinya. Sentuhan modern hanya dilakukan pada bagian tertentu tanpa menghilangkan nilai historis yang ada.


Di tengah pesatnya pembangunan dan munculnya masjid-masjid megah di Sumedang, Masjid Besar Tegal Kalong justru tampil sederhana namun penuh makna. Keheningan dan nuansa klasiknya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer religi sekaligus sejarah.


Wisata Religi yang Layak Dikunjungi

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumedang, Masjid Besar Tegal Kalong bisa menjadi destinasi wisata religi sekaligus edukatif. Selain beribadah, pengunjung dapat mempelajari sejarah Islam, arsitektur tradisional, serta kisah perjuangan masyarakat Sumedang di masa lalu.


Dengan nilai sejarah yang kuat dan keunikan arsitektur yang masih terjaga, Masjid Besar Tegal Kalong bukan hanya kebanggaan warga lokal, tetapi juga warisan budaya yang patut dikenalkan kepada generasi mendatang.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)