Menbud Fadli Zon Dorong Benteng Gunung Kunci & Palasari Naik Status Jadi Cagar Budaya Nasional

Jabar Tourism
0

Menbud Fadli Zon Mengunjungi Benteng Gunung Kunci & Benteng Palasari Sumedang (Kemenbud)

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan komitmennya untuk mengusulkan Benteng Gunung Kunci dan Benteng Palasari di Kabupaten Sumedang agar masuk dalam Daftar Cagar Budaya Nasional. Dorongan tersebut disampaikan usai kunjungannya ke situs bersejarah yang sarat nilai sejarah dan ekologis di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci–Palasari pada Senin, 19 Januari 2026.


Menurut Fadli, kedua benteng peninggalan kolonial Belanda ini memiliki struktur fisik yang kuat dan relatif utuh, serta menyimpan banyak fakta penting terkait sejarah militer masa lalu. Benteng Gunung Kunci, yang diperkirakan dibangun pada tahun 1917, memiliki kompleks bangunan yang menunjukkan fungsinya tidak hanya sebagai pos pertahanan, tetapi juga untuk pemantauan, logistik, hingga administrasi. Hal ini membuktikan peran strategisnya dalam sejarah kolonial Belanda di Indonesia.


Tak hanya soal bangunan, Fadli juga menyoroti kondisi ekosistem alami sekitar benteng. Kawasan ini masih dipenuhi pepohonan langka dan tanaman endemik lokal yang pernah dijadikan sebagai bentuk penghormatan (memorial plant). Menurutnya, pelestarian lingkungan hidup tak bisa dipisahkan dari upaya menjaga nilai sejarah itu sendiri.


“Kita berharap kawasan seperti ini ke depan bisa ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, karena nilai sejarah dan lingkungannya saling melengkapi,” ujar Fadli kepada awak media di lokasi.


Fadli juga menilai benteng Gunung Kunci dan Palasari merupakan bagian dari satu sistem pertahanan yang dibangun pada periode yang sama, yakni pada masa Perang Dunia I. Identifikasi awal menunjukkan adanya sekitar delapan benteng di wilayah tersebut yang diperkirakan berasal dari era yang sama.


Nilai Sejarah & Strategi Pelestarian

Benteng Palasari khususnya disebut memiliki narasi sejarah yang kuat dan beragam. Struktur bangunan yang berada di puncak bukit menunjukkan peran strategisnya dalam pemantauan dan pengawasan kawasan ketika dibangun. Meski demikian, Fadli menilai situs ini masih membutuhkan kajian dan riset lebih mendalam untuk memahami penggunaan ruang, fungsi setiap bagian benteng, serta peranannya dalam konteks sejarah yang lebih luas.


Lebih jauh, kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Sumedang, serta komunitas dan masyarakat sekitar diharapkan dapat memperkuat proses penelitian dan pelestarian. Langkah ini penting agar situs sejarah ini tidak hanya terlindungi secara formal, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, termasuk dalam bidang edukasi dan pariwisata budaya.


Potensi Edukasi & Pariwisata

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyambut baik rencana penetapan dua benteng ini sebagai cagar budaya tingkat nasional. Ia menilai bahwa status tersebut dapat membuka peluang besar untuk menjadikan kawasan Tahura Gunung Kunci–Palasari sebagai destinasi edukasi sejarah sekaligus titik pariwisata baru yang menarik di Jawa Barat.


Dengan potensi nilai sejarah yang kaya, pemandangan alam yang masih asri, serta lokasi yang strategis, benteng-benteng ini berpeluang menjadi titik temu antara pelestarian sejarah dan pengembangan ekonomi lokal lewat pariwisata sejarah yang bertanggung jawab.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)