![]() |
| Kerajinan Mendong Tasikmalaya (instagram/taspandan_tasik) |
Tasikmalaya tak hanya dikenal dengan panorama alam dan kulinernya, tetapi juga sebagai rumah bagi salah satu kerajinan tradisional khas Jawa Barat, yaitu anyaman mendong. Dari tanaman sederhana yang tumbuh di lahan rawa, mendong diolah menjadi beragam produk bernilai seni dan ekonomi tinggi. Kerajinan ini bukan sekadar produk budaya, melainkan juga bagian dari identitas dan daya tarik wisata Tasikmalaya.
Bagi wisatawan yang gemar berburu oleh-oleh unik dan ramah lingkungan, kerajinan mendong menjadi pilihan menarik karena menyimpan cerita, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Apa Itu Mendong?
Mendong adalah sejenis tanaman rumput rawa yang memiliki batang panjang, lentur, dan kuat. Karakter inilah yang membuat mendong sangat cocok dijadikan bahan anyaman. Setelah dipanen, batang mendong akan melalui proses pengeringan alami sebelum siap dianyam menjadi berbagai produk kerajinan.
Di Tasikmalaya, mendong telah dimanfaatkan secara turun-temurun. Awalnya, tanaman ini hanya digunakan sebagai alas tidur tradisional. Namun seiring perkembangan zaman dan kreativitas perajin, mendong bertransformasi menjadi produk-produk modern yang diminati pasar luas.
Sentra Kerajinan Mendong di Tasikmalaya
Beberapa wilayah di Tasikmalaya dikenal sebagai sentra pengrajin mendong. Di daerah inilah wisatawan bisa melihat langsung proses pembuatan anyaman, mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi produk siap jual. Aktivitas ini kerap menjadi bagian dari wisata edukasi dan wisata budaya, terutama bagi pengunjung yang tertarik dengan ekonomi kreatif berbasis tradisi.
Menariknya, sebagian besar pengrajin mendong adalah masyarakat lokal, termasuk ibu rumah tangga, yang menjadikan kerajinan ini sebagai sumber penghasilan sekaligus sarana melestarikan budaya.
Ragam Produk Anyaman Mendong
Kini, anyaman mendong hadir dalam berbagai bentuk yang fungsional dan estetis, antara lain: Tikar tradisional dan modern, Tas dan dompet ramah lingkungan, Keranjang penyimpanan dan laundry basket, Alas meja dan dekorasi rumah, Aksesori interior bernuansa alami.
Desainnya pun terus berkembang, mengikuti selera pasar tanpa meninggalkan sentuhan tradisional. Hal ini menjadikan kerajinan mendong cocok untuk wisatawan lokal maupun mancanegara.
Mendong sebagai Daya Tarik Wisata Budaya
Kerajinan mendong bukan hanya produk, tetapi juga pengalaman wisata. Wisatawan yang berkunjung ke Tasikmalaya dapat menjadikan sentra anyaman mendong sebagai bagian dari agenda perjalanan. Selain berbelanja, pengunjung bisa belajar tentang proses produksi, filosofi anyaman, hingga nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
Tak heran jika mendong kemudian ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, karena perannya yang besar dalam menjaga identitas budaya Jawa Barat sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Mendong Tasikmalaya Menembus Pasar Dunia
Keunikan dan kualitas anyaman mendong Tasikmalaya telah membawa produk ini menembus pasar internasional. Berbagai produk mendong kini diekspor ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, hingga Australia. Pencapaian ini sekaligus memperkuat citra Tasikmalaya sebagai daerah penghasil kerajinan unggulan berbasis alam.
Bagi dunia pariwisata, hal ini menjadi nilai tambah karena wisatawan cenderung tertarik pada destinasi yang memiliki produk lokal berdaya saing global.
Wisata Berkelanjutan Berbasis Kerajinan Lokal
Di tengah tren wisata berkelanjutan, kerajinan mendong memiliki posisi strategis. Bahan bakunya alami, proses produksinya ramah lingkungan, dan manfaat ekonominya langsung dirasakan masyarakat lokal. Inilah alasan mengapa mendong kerap dikaitkan dengan konsep eco-tourism dan responsible tourism.
Dengan mengunjungi dan membeli produk mendong, wisatawan turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian budaya dan mendukung UMKM lokal.
Mendong, Oleh-Oleh Khas yang Penuh Cerita
Jika kamu berencana berwisata ke Tasikmalaya, jangan lewatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat kerajinan mendong. Di balik setiap anyaman, tersimpan cerita tentang alam, tradisi, dan ketekunan masyarakatnya. Mendong bukan sekadar oleh-oleh, tetapi simbol warisan budaya yang hidup dan terus berkembang.
Tasikmalaya, lewat anyaman mendongnya, mengajarkan bahwa dari hal sederhana pun bisa lahir karya luar biasa.

