Menelusuri Sejarah Wayang Kulit Bekasi, Seni Tradisional yang Bertahan Lebih dari Seabad

Jabar Tourism
0

Menelusuri Sejarah Wayang Kulit Bekasi, Seni Tradisional yang Bertahan Lebih dari Seabad (promobekasi.com)

Bekasi selama ini dikenal sebagai kota industri dan kawasan penyangga ibu kota. Namun, di balik hiruk pikuk pabrik dan padatnya permukiman, Bekasi menyimpan kekayaan budaya yang jarang disorot wisatawan. Salah satunya adalah wayang kulit Bekasi, seni pertunjukan tradisional yang telah hidup dan berkembang sejak tahun 1918.


Bagi pencinta wisata budaya, wayang kulit Bekasi bukan sekadar tontonan, melainkan pintu masuk untuk memahami perjalanan sejarah, identitas masyarakat Betawi, serta proses percampuran budaya yang unik. Seni ini menjadi bukti bahwa tradisi tetap bisa bertahan di tengah modernisasi kota.


Sejarah Wayang Kulit Bekasi yang Berakar Sejak Awal Abad ke-20

Wayang kulit Bekasi bermula dari seorang dalang bernama Balentet, tokoh penting yang membawa seni pewayangan ke wilayah Bekasi setelah menimba ilmu di Cirebon. Sekitar tahun 1918, Balentet mulai memperkenalkan pertunjukan wayang kulit kepada masyarakat lokal dengan menggunakan seperangkat wayang Pandawa Lima yang ia miliki.


Dari tangan Balentet, wayang kulit perlahan dikenal dan diterima masyarakat Bekasi. Ia kemudian menjadi dalang generasi pertama yang mengabdikan hidupnya untuk seni ini hingga akhir hayatnya. Warisan budaya tersebut tak berhenti di satu generasi, melainkan diteruskan oleh anak-anak dan keturunannya, menjadikan wayang kulit Bekasi sebagai kesenian turun-temurun.


Keunikan Wayang Kulit Bekasi Dibanding Daerah Lain

Berbeda dengan wayang kulit Jawa Tengah atau Yogyakarta yang sarat pakem klasik, wayang kulit Bekasi memiliki karakter yang lebih luwes dan membumi. Cerita Mahabharata dan Ramayana tetap menjadi dasar, namun dibalut dengan bahasa Betawi dan sentuhan budaya Sunda yang kental.


Akulturasi budaya inilah yang menjadi daya tarik utama. Dialog yang komunikatif, humor yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta iringan musik tradisional yang variatif membuat pertunjukan terasa lebih akrab bagi penonton. Wayang kulit Bekasi seolah menjadi cermin kehidupan masyarakat setempat—sederhana, lugas, dan penuh makna.


Lebih dari Hiburan: Nilai Edukasi dan Filosofi

Dalam setiap pementasan, wayang kulit Bekasi membawa pesan moral yang relevan dengan kehidupan modern. Dalang kerap menyelipkan nasihat tentang kejujuran, kebersamaan, hingga kritik sosial yang dikemas secara ringan dan menghibur.


Tak heran jika dahulu pertunjukan wayang kulit sering hadir dalam berbagai acara adat, hajatan, hingga perayaan kampung. Fungsinya bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pemersatu masyarakat. Inilah yang menjadikan wayang kulit Bekasi memiliki nilai lebih sebagai daya tarik wisata budaya.


Wayang Kulit Bekasi sebagai Potensi Wisata Budaya

Bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi lain Bekasi, menyaksikan pertunjukan wayang kulit bisa menjadi pengalaman yang autentik. Seni tradisional ini menawarkan perspektif berbeda tentang kota yang selama ini identik dengan kawasan industri.


Dengan pengemasan yang tepat—melalui festival budaya, agenda pariwisata daerah, atau pertunjukan rutin—wayang kulit Bekasi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata budaya berbasis lokal. Selain melestarikan tradisi, hal ini juga dapat menarik minat generasi muda dan wisatawan domestik.


Tantangan dan Harapan Pelestarian

Di tengah gempuran hiburan modern, keberadaan wayang kulit Bekasi tentu menghadapi tantangan. Minat generasi muda yang cenderung beralih ke budaya populer membuat regenerasi dalang menjadi isu penting. Namun, berbagai upaya terus dilakukan oleh seniman dan pegiat budaya agar kesenian ini tetap hidup dan relevan.


Pelestarian wayang kulit Bekasi bukan hanya tanggung jawab seniman, tetapi juga masyarakat dan pemerintah daerah. Dengan dukungan bersama, seni tradisional ini dapat terus menjadi identitas budaya sekaligus aset wisata yang membanggakan.


Wayang kulit Bekasi adalah bukti bahwa tradisi mampu bertahan lebih dari satu abad jika dijaga dengan cinta dan kesadaran budaya. Bagi wisatawan yang ingin mengenal Bekasi lebih dalam, seni ini layak menjadi bagian dari perjalanan. Tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga memahami cerita, nilai, dan sejarah yang hidup di balik bayangan layar wayang.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)