Menyusuri Megahnya Situs Kuta Tanggeuhan, Jejak Peradaban Prasejarah di Cianjur

Jabar Tourism
0

Situs Kuta Tanggeuhan Cianjur (Harmoni Nusantara)

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tak hanya dikenal lewat bentang alam pegunungan dan kuliner khasnya. Di balik rimbunnya hutan dan perbukitan, tersimpan sebuah warisan sejarah yang menyimpan cerita panjang peradaban masa lampau. Salah satunya adalah Situs Kuta Tanggeuhan, sebuah situs prasejarah yang kini mulai menarik perhatian para pegiat sejarah dan wisatawan pencinta budaya.


Berlokasi di kawasan Gunung Pasir Banen atau yang lebih akrab disebut Gunung Halimun, situs ini menjadi bukti bahwa wilayah Cianjur telah dihuni dan berkembang sejak masa prasejarah. Keberadaannya tidak hanya bernilai arkeologis, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata edukatif yang berbeda dari destinasi wisata alam pada umumnya.


Lokasi Tersembunyi dengan Nuansa Sakral

Situs Kuta Tanggeuhan berada di area perbukitan yang masih alami, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Untuk mencapainya, pengunjung harus menyusuri jalur yang cukup menantang, melewati pepohonan dan kontur tanah berbukit. Namun, rasa lelah akan terbayar begitu sampai di lokasi.


Hamparan batu andesit yang tersusun rapi dalam bentuk bertingkat langsung menyita perhatian. Suasana sunyi dan sejuk di sekitar situs menambah kesan sakral, seolah membawa pengunjung kembali ke masa ribuan tahun silam.


Jejak Ritual dan Kehidupan Masyarakat Prasejarah

Kuta Tanggeuhan diyakini merupakan punden berundak, struktur batu yang pada masa prasejarah kerap digunakan sebagai tempat ritual, pemujaan leluhur, atau aktivitas spiritual lainnya. Beberapa peneliti juga menduga situs ini memiliki fungsi sebagai area pemakaman atau pusat kegiatan adat masyarakat kala itu.


Menariknya, sebelum diteliti secara ilmiah, warga sekitar mengenal lokasi ini dengan sebutan “Makam Tujuh Belas”. Nama tersebut muncul dari susunan batu yang tampak menyerupai kompleks makam. Baru pada tahun 2017, situs ini mulai dikaji lebih serius setelah ditemukan kembali oleh Ali Usman dan Herman Suherman dalam sebuah penelusuran di kawasan Bukit Lemo.


Makna Nama Kuta Tanggeuhan

Nama Kuta Tanggeuhan berasal dari bahasa Sunda. Kata kuta berarti benteng atau pelindung, sementara tanggeuhan dimaknai sebagai tempat bersandar atau tumpuan. Secara filosofis, nama ini mencerminkan fungsi situs sebagai tempat perlindungan spiritual sekaligus pusat kehidupan sosial masyarakat pada zamannya.


Makna tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa situs ini memiliki peran penting dalam struktur sosial dan kepercayaan masyarakat prasejarah di wilayah Cianjur.


Keunikan Struktur Batu Andesit

Salah satu daya tarik utama Situs Kuta Tanggeuhan adalah susunan batu andesit yang membentuk dinding dan teras bertingkat. Batu-batu tersebut ditata tegak dan miring dengan pola tertentu, menunjukkan kemampuan teknis dan pemahaman tata ruang yang sudah maju pada masanya.


Struktur ini juga memperlihatkan bagaimana manusia prasejarah memanfaatkan alam tanpa merusaknya. Hingga kini, susunan batu tersebut masih berdiri kokoh di tengah hutan, menjadi saksi bisu perjalanan panjang peradaban Sunda kuno.


Potensi Wisata Edukasi dan Budaya

Dengan statusnya sebagai cagar budaya, Situs Kuta Tanggeuhan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi. Pengunjung tidak hanya diajak menikmati keindahan alam, tetapi juga memahami sejarah dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.


Bagi pelajar, mahasiswa, maupun wisatawan yang tertarik pada sejarah dan arkeologi, situs ini bisa menjadi ruang belajar terbuka tentang kehidupan manusia prasejarah di Jawa Barat. Sementara bagi wisatawan umum, Kuta Tanggeuhan menawarkan pengalaman wisata yang tenang, reflektif, dan sarat makna.


Menjaga Warisan Leluhur

Keberadaan Situs Kuta Tanggeuhan menjadi pengingat pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya. Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat diharapkan terus bersinergi dalam upaya perlindungan dan pengelolaan situs ini agar tetap terjaga untuk generasi mendatang.


Mengunjungi Kuta Tanggeuhan bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga perjalanan menelusuri jejak sejarah dan mengenal lebih dekat akar peradaban di tanah Cianjur. Bagi kamu yang ingin merasakan wisata berbeda—tenang, edukatif, dan penuh cerita—situs ini layak masuk dalam daftar kunjungan berikutnya.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)