Nanas Si Madu Subang, Cita Rasa Manis Ikonik dari Kota Nanas Jawa Barat

Jabar Tourism
0

Nanas Si Madu Subang (tintahijau.com)

Kalau berbicara soal wisata ke Subang, Jawa Barat, rasanya kurang lengkap jika tidak menyinggung satu ikon kuliner yang sudah melegenda: Nanas Si Madu Subang. Buah tropis ini bukan sekadar hasil pertanian biasa, melainkan telah menjadi identitas daerah yang melekat kuat di benak wisatawan.


Bagi banyak pelancong, mampir ke Subang tanpa membawa pulang nanas Si Madu terasa seperti ada yang kurang. Manisnya yang khas, aroma segarnya, serta ukurannya yang menggoda membuat buah ini selalu diburu, baik untuk dinikmati langsung maupun dijadikan oleh-oleh khas Subang.


Menyusuri Jalur Wisata, Menemukan Nanas di Setiap Sudut

Sepanjang jalur wisata dari Jalancagak menuju Ciater, pemandangan pedagang buah di pinggir jalan menjadi hal yang lumrah. Deretan kios dan lapak sederhana menawarkan nanas segar hasil panen petani lokal, berdampingan dengan buah-buahan lain seperti pisang, manggis, hingga alpukat.


Tak heran jika rute ini sering disebut sebagai “jalur nanas”. Wisatawan yang hendak berlibur ke kawasan pemandian air panas Ciater atau melanjutkan perjalanan ke Bandung hampir pasti melewati kawasan sentra nanas tersebut.


Subang Selatan, Rumah Besar Nanas Si Madu

Daerah Subang Selatan dikenal sebagai pusat produksi nanas terbesar di Jawa Barat. Wilayah seperti Jalancagak, Ciater, Kasomalang, hingga Cijambe memiliki kondisi geografis yang sangat mendukung budidaya nanas. Berada di ketinggian sekitar 600–700 meter di atas permukaan laut, tanah di kawasan ini subur dan cocok untuk pertumbuhan tanaman tropis.


Menariknya, tanaman nanas di Subang tidak hanya tumbuh di kebun besar. Banyak warga menanamnya di lahan pekarangan atau sebagai tanaman tumpangsari. Inilah yang membuat nanas begitu dekat dengan kehidupan masyarakat setempat, bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari keseharian.


Apa Itu Nanas Si Madu?

Dari sekian banyak nanas yang dihasilkan, Nanas Si Madu menjadi primadona. Varietas ini dikenal memiliki ukuran buah yang relatif besar dengan bentuk sedikit membulat. Namun, daya tarik utamanya terletak pada rasa.


Sesuai namanya, nanas ini memiliki rasa manis yang dominan, bahkan nyaris tanpa sensasi asam yang biasanya ditemukan pada nanas pada umumnya. Aromanya pun kuat dan segar, membuat siapa saja langsung tergoda sejak gigitan pertama.


Para petani meyakini bahwa tidak semua nanas bisa menjadi “Si Madu”. Faktor perawatan, usia panen yang lebih lama, pemupukan yang tepat, serta proses pematangan alami berperan besar dalam menghasilkan cita rasa manis yang khas tersebut.


Oleh-Oleh Khas Subang Berbahan Nanas

Seiring meningkatnya popularitas wisata Subang, olahan nanas pun semakin berkembang. Kini, wisatawan tidak hanya bisa membawa pulang buah segarnya, tetapi juga berbagai produk turunan seperti: Dodol nanas, Wajit nanas, Keripik nanas, Selai nanas.


Produk-produk ini menjadi alternatif oleh-oleh khas Subang yang praktis, tahan lama, dan tetap mempertahankan cita rasa nanas Si Madu.


Tugu Nanas, Simbol Kebanggaan Daerah

Identitas nanas sebagai ikon Subang juga terlihat jelas dari keberadaan Tugu Nanas Raksasa di Simpang Tiga Jalancagak. Monumen ini menjadi penanda penting jalur menuju Subang, Bandung, dan Sumedang, sekaligus simbol kebanggaan masyarakat terhadap hasil bumi unggulan mereka.


Bagi wisatawan, tugu ini sering dijadikan spot foto singkat sebelum melanjutkan perjalanan. Sebuah penanda bahwa mereka sedang berada di wilayah yang dikenal luas sebagai “rumahnya nanas manis”.


Wisata Rasa yang Tak Terlupakan

Nanas Si Madu Subang bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita tentang alam, petani, dan identitas lokal. Buah ini menjadi bukti bahwa kekayaan wisata tidak selalu hadir dalam bentuk destinasi megah, tetapi juga melalui cita rasa yang tumbuh dari tanah sendiri.


Jika suatu hari kamu berencana berlibur ke Subang, pastikan menyempatkan diri mencicipi nanas Si Madu langsung dari sumbernya. Karena dari situlah, pengalaman wisata yang sederhana justru terasa paling berkesan.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)