![]() |
| Pabrik Teh Panglejar 1925 (Facebook: Historical Stories) |
Jika kamu sedang mencari destinasi wisata sejarah yang unik, estetik, dan ramah di kantong, Pabrik Teh Panglejar 1925 bisa menjadi pilihan menarik. Terletak di kawasan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, bangunan cagar budaya peninggalan zaman kolonial ini kini menjelma menjadi salah satu spot foto instagramable yang banyak diburu wisatawan, terutama anak muda.
Tak hanya menawarkan latar visual yang klasik, Panglejar 1925 juga menyimpan cerita panjang tentang sejarah perkebunan teh di Indonesia.
Jejak Sejarah Pabrik Teh Panglejar 1925
Di dekat pintu masuk pabrik, terpasang sebuah prasasti marmer berbahasa Belanda yang mencatat momen bersejarah. Prasasti tersebut menyebutkan bahwa batu pertama pembangunan Pabrik Teh Panglejar diletakkan pada 24 Maret 1925 oleh Marianne Jeannete van Hillegondsberg.
Pada masa awal berdirinya, pabrik teh ini dikelola oleh keluarga Jan Frederick (JF) van Hillegondsberg, yang juga berperan sebagai administrator Perkebunan Teh Panglejar. Seiring berjalannya waktu dan perubahan sistem pengelolaan, kepemilikan dan operasionalnya kemudian beralih ke PT Perkebunan Nusantara VIII.
Meski aktivitas produksi kini jauh berkurang, keberadaan bangunan pabrik justru semakin bernilai sebagai warisan sejarah yang dilindungi.
Dari Pabrik Teh Menjadi Destinasi Wisata Sejarah
Berlokasi di Jalan Raya Cikalong Wetan, Desa Cisomang Barat, Pabrik Teh Panglejar memiliki posisi yang sangat strategis. Bangunan utamanya dengan tulisan besar “1925” tampak jelas dari tikungan jalan, membuat siapa pun yang melintas otomatis menoleh.
Tak heran jika kawasan ini kemudian ramai dikunjungi wisatawan pencinta wisata sejarah, budaya, dan fotografi. Banyak pengunjung sengaja berhenti hanya untuk mengabadikan momen dengan latar bangunan klasik peninggalan Belanda ini.
Arsitektur Klasik yang Instagramable
Daya tarik utama Pabrik Teh Panglejar terletak pada arsitektur kolonialnya yang masih terjaga. Bangunan tua dengan atap khas Eropa, dinding kokoh, serta detail sudut yang unik menjadikannya latar foto yang estetik.
Menurut Ujang (40), salah satu pegawai pabrik yang akrab disapa Mang Ujang, bangunan ini menyimpan cerita menarik.
“Dulu bangunan ini sempat mengalami kebakaran sekitar tahun 1925, tapi alhamdulillah sampai sekarang masih berdiri kokoh,” ujarnya.
Kisah tersebut justru menambah nilai historis sekaligus daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Suasana Alam yang Asri dan Menenangkan
Tak hanya bangunannya yang memikat, lingkungan sekitar Pabrik Teh Panglejar masih sangat alami. Pepohonan besar, udara sejuk, serta hutan pinus yang mengelilingi kawasan ini menciptakan suasana tenang dan nyaman.
Perpaduan antara bangunan tua dan alam hijau menjadikan Panglejar 1925 sebagai lokasi favorit bagi fotografer, pemburu konten media sosial, hingga wisatawan yang ingin sekadar rehat sejenak dari hiruk pikuk kota.
Ramai Dikunjungi Saat Pandemi
Menariknya, popularitas Pabrik Teh Panglejar justru meningkat saat pandemi Covid-19. Ketika banyak tempat wisata tutup, lokasi ini menjadi alternatif liburan yang mudah diakses dan minim biaya.
“Waktu corona, banyak anak muda datang ke sini. Mereka foto-foto dengan konsep vintage, pakai outfit jadul,” cerita Mang Ujang, yang sering membantu pengunjung mencari spot foto terbaik.
Kondisi ini membuktikan bahwa wisata berbasis sejarah dan ruang terbuka memiliki daya tarik tersendiri.
Ikon Wisata Cikalong Wetan
Pabrik Teh Panglejar kini dianggap sebagai ikon Cikalong Wetan. Di samping bangunan pabrik, terdapat sebuah masjid yang kerap dimanfaatkan sebagai tempat istirahat atau rest area, terutama bagi pemudik.
Keberadaan pohon besar di sekitar area juga membuat pengunjung merasa lebih nyaman untuk berhenti sejenak, sekadar duduk atau menikmati suasana.
Tak jauh dari pabrik utama, masih berdiri rumah-rumah administratur perkebunan, perumahan karyawan, serta rumah sinder afdeling Panglejar. Bangunan-bangunan ini turut melengkapi lanskap sejarah dan bisa dijadikan spot foto tambahan.
Menjaga Warisan, Menikmati Wisata
Melestarikan kawasan Pabrik Teh Panglejar bukan hanya soal menjaga bangunan tua, tetapi juga membuka peluang wisata berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. Dengan pemanfaatan yang bijak, tempat ini bisa terus hidup sebagai ruang edukasi, rekreasi, sekaligus destinasi wisata sejarah.
Jika kamu ingin merasakan sensasi berwisata sambil menyelami jejak masa lalu, Pabrik Teh Panglejar 1925 layak masuk daftar kunjunganmu. Datang, abadikan momen, dan rasakan atmosfer sejarah yang masih terasa hingga hari ini.

