Mengungkap Misteri Situs Gurudug di Dawuan Subang, Jejak Sejarah yang Terlupakan

Jabar Tourism
0

Situs Megalitikum Gurudug (gmaps/Dwi Yuliawati)

Kabupaten Subang selama ini lebih dikenal lewat wisata alamnya—pantai utara, perkebunan teh, hingga pemandian air panas. Namun di balik itu, tersimpan jejak sejarah kuno yang belum banyak terungkap. Secara historis, wilayah Subang pernah berada dalam pengaruh kerajaan besar Nusantara seperti Tarumanegara, Sriwijaya, Sunda, hingga Mataram Islam. Sayangnya, minimnya catatan tertulis membuat Subang seolah “hilang” dari panggung sejarah Jawa Barat.


Padahal, sumber kolonial abad ke-19 justru menyebut adanya peninggalan kuno di wilayah ini. Dalam catatan Dr. Sal Muller (1831), ditemukan struktur berundak dan arca di kaki Gunung Tjagak (kini dikenal sebagai Gunung Canggah), yang berada di perbatasan wilayah Subang. Muller menggambarkan adanya lima teras persegi yang tersusun bertingkat, menyerupai punden berundak—bangunan sakral khas masyarakat Austronesia sebelum masuknya pengaruh Hindu-Buddha.


Struktur seperti ini mengingatkan pada situs Gunung Padang di Cianjur. Artinya, besar kemungkinan kawasan Subang juga pernah menjadi bagian dari peradaban kuno yang berkembang di Tatar Sunda. Selain itu, Muller juga mencatat adanya desa-desa lama seperti Nagara Domas, Nagara Jati Nanggor, hingga Nagara Tanjung Singa. Di salah satu lokasi, bahkan ditemukan sisa benteng dan parit pertahanan—ciri khas wilayah kerajaan kecil, bukan sekadar permukiman biasa.


Situs Gurudug Dawuan Subang: Antara Fakta Sejarah dan Legenda

Jejak peradaban itu seolah berlanjut di Situs Gurudug, yang terletak di Desa Gurudug, Kelurahan Situsari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Situs ini memang belum banyak terekspos media, namun bagi pecinta wisata sejarah Subang, tempat ini menyimpan daya tarik tersendiri.


Secara fisik, Situs Gurudug berupa area dengan gundukan batu yang tersebar di lahan terbuka. Masyarakat setempat meyakini lokasi ini sebagai makam leluhur desa bernama Eyang Gurudug. Menurut cerita turun-temurun, ia adalah prajurit Majapahit pada masa Raja Brawijaya yang datang ke wilayah Sunda untuk menyebarkan ajaran agama sekaligus membuka permukiman baru. Desa Gurudug pun diyakini bermula dari perjalanan tokoh tersebut.


Selain versi sejarah lisan, berkembang pula kisah spiritual yang menyebut situs ini sebagai bekas keraton gaib. Konon, “keraton” itu hanya dapat terlihat pada waktu-waktu tertentu. Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut, narasi inilah yang justru memperkaya identitas budaya masyarakat setempat.


Potensi Wisata Sejarah di Subang

Mengunjungi Situs Gurudug bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan pengalaman menelusuri lapisan sejarah yang belum sepenuhnya terkuak. Suasananya tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota, cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata sejarah dan budaya di Subang.


Jika dikelola lebih serius, Situs Gurudug dan jejak peninggalan kuno lainnya berpotensi menjadi destinasi unggulan wisata sejarah Subang. Sebab di balik kesederhanaannya, tersimpan cerita tentang kerajaan kecil, migrasi prajurit Majapahit, hingga warisan budaya Austronesia.


Subang mungkin belum setenar kota-kota bersejarah lain di Jawa Barat. Namun justru di sanalah daya tariknya—sebuah wilayah yang diam-diam menyimpan misteri peradaban, menunggu untuk ditelusuri lebih dalam.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)