![]() |
| Upacara Seren Taun Kampung Adat Sunda (sumber: pinterest) |
Pernahkah kamu membayangkan jika satu hari dalam setahun didedikasikan khusus untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia? Kabar baiknya, kini tanggal 17 Oktober resmi ditetapkan sebagai Hari Kebudayaan Nasional! Penetapan ini diumumkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 162/M/2025, yang mulai berlaku sejak 7 Juli 2025.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa budaya bukan lagi sekadar pelengkap dalam narasi pembangunan, melainkan telah diakui sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter bangsa. Dalam SK tersebut, disebutkan bahwa budaya berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan, produktivitas, serta kemajuan bangsa.
Bukan Hari Libur, Tapi Penuh Makna
Meski telah ditetapkan sebagai hari nasional, perlu dicatat bahwa Hari Kebudayaan bukan merupakan hari libur nasional. Aktivitas sehari-hari tetap berjalan normal, namun inilah yang membuatnya menarik. Dengan tetap beraktivitas, kita justru diajak untuk menghidupi budaya dalam keseharian, bukan hanya dalam seremoni.
Bayangkan jika sekolah-sekolah mengadakan pertunjukan seni daerah, kafe-kafe menyajikan menu khas tradisional, atau destinasi wisata budaya menggelar festival kecil yang meriah. Ini bisa menjadi cara baru yang menyenangkan untuk mengenal budaya dari berbagai penjuru nusantara!
Budaya Sebagai Jantung Wisata Indonesia
Penetapan Hari Kebudayaan Nasional juga membuka peluang besar bagi sektor pariwisata, terutama wisata berbasis budaya. Bukan rahasia lagi jika Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa—dari tari-tarian tradisional, upacara adat, bahasa daerah, hingga kerajinan tangan yang unik.
Merujuk pada Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017, terdapat 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang menjadi fokus utama, yaitu:
- Tradisi lisan
- Manuskrip
- Adat istiadat
- Ritus
- Pengetahuan tradisional
- Teknologi tradisional
- Seni
- Bahasa
- Permainan rakyat
- Olahraga tradisional
Setiap objek ini punya potensi luar biasa untuk diangkat menjadi daya tarik wisata yang khas dan otentik. Misalnya, desa-desa adat yang tetap menjaga ritus dan tradisi bisa dikemas menjadi destinasi edukatif. Atau festival permainan rakyat yang menghidupkan kembali nostalgia masa kecil sambil memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Waktunya Menjelajah Budaya!
Dengan hadirnya Hari Kebudayaan Nasional, ini saat yang tepat untuk mulai merencanakan perjalanan wisata bertema budaya. Kamu bisa menyusuri jejak sejarah kerajaan Sunda, menikmati pertunjukan seni tradisional, hingga belajar langsung dari masyarakat adat yang masih memegang teguh nilai leluhur.
Berikut beberapa rekomendasi destinasi wisata budaya di Jawa Barat yang wajib kamu kunjungi:
1. Kampung Naga, Tasikmalaya
Desa adat yang mempertahankan pola hidup tradisional Sunda. Arsitektur rumahnya yang khas dan kehidupan warganya yang jauh dari modernisasi membuatmu serasa kembali ke masa lalu.
2. Saung Angklung Udjo, Bandung
Tempat terbaik untuk mengenal alat musik angklung sekaligus menikmati pertunjukan seni khas Sunda secara interaktif.
3. Keraton Kasepuhan, Cirebon
Jejak sejarah kerajaan Islam di pesisir utara Jawa Barat yang memadukan budaya Sunda, Jawa, Tionghoa, dan Arab.
4. Situ Lengkong Panjalu, Ciamis
Danau bersejarah yang erat kaitannya dengan penyebaran Islam dan Kerajaan Panjalu, lengkap dengan nilai spiritual dan tradisinya.
5. Desa Wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan
Sebuah desa yang menyuguhkan budaya agraris, kuliner khas, hingga kearifan lokal yang terjaga dalam tradisi dan keseharian masyarakatnya.
Setiap tempat tersebut menyimpan warisan budaya yang tidak hanya mengagumkan, tetapi juga layak dijelajahi untuk mengenal jati diri bangsa lebih dalam. Tak perlu jauh-jauh—Jawa Barat saja sudah menyuguhkan kekayaan budaya luar biasa!

