Roti Tan Keng Chu, Wisata Kuliner Legendaris Cianjur Sejak 1926

Jabar Tourism
0

Roti Tan Keng Chu, Wisata Kuliner Legendaris Cianjur Sejak 1926 (sumber: gmaps/Yudhi Hermin)

Jika sedang berkunjung ke Cianjur, rasanya belum lengkap tanpa mencicipi salah satu ikon kuliner paling legendaris di kota ini, Roti Tan Keng Chu. Berdiri sejak tahun 1926, toko roti ini bukan sekadar tempat membeli camilan, melainkan juga pintu masuk untuk mengenal sejarah panjang kuliner Indonesia yang bersinggungan langsung dengan masa kolonial Belanda.


Hingga kini, Tan Keng Chu tetap bertahan di tengah gempuran bakery modern. Aroma roti yang keluar dari dapurnya seakan membawa pengunjung kembali ke masa hampir satu abad lalu, saat roti menjadi makanan utama para tentara kolonial di wilayah Jawa Barat.


Jejak Sejarah Roti Zaman Kolonial

Tan Keng Chu memulai usahanya pada era Hindia Belanda, ketika pola konsumsi masyarakat Eropa sangat berbeda dengan penduduk lokal. Tentara Belanda kala itu lebih mengandalkan roti sebagai makanan pokok, bukan nasi. Kondisi ini membuat keberadaan pabrik roti menjadi sangat penting.


Roti Tan Keng Chu pun dipercaya sebagai pemasok utama roti tawar bagi tentara Belanda yang bertugas di wilayah Cianjur dan sekitarnya. Setiap hari, puluhan karung roti dikirim ke berbagai pos militer. Dari sinilah nama Tan Keng Chu mulai dikenal luas sebagai produsen roti berkualitas.


Namun seiring berjalannya waktu dan perubahan situasi politik, toko roti ini tak hanya melayani kebutuhan kolonial, tetapi juga mulai menyentuh kehidupan masyarakat lokal.


Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Pasca kemerdekaan Indonesia, Tan Keng Chu menghadapi masa-masa sulit. Pada era 1950–1960-an, kebijakan pembatasan impor membuat pasokan tepung terigu menjadi langka. Situasi ini sempat menghambat produksi roti dan mengancam keberlangsungan usaha keluarga tersebut.


Meski demikian, Tan Keng Chu berhasil beradaptasi. Mereka mulai menggunakan tepung terigu lokal dan perlahan kembali bangkit. Keputusan ini terbukti tepat, karena kualitas roti tetap terjaga dan pelanggan setia tidak beralih ke tempat lain.


Ketangguhan menghadapi krisis inilah yang membuat Tan Keng Chu bukan sekadar usaha kuliner, tetapi juga simbol ketekunan dan konsistensi lintas generasi.


Proses Tradisional yang Masih Dipertahankan

Roti Sobek khas Tan Keng Chu (sumber : gmaps/cep budhi darma)

Salah satu daya tarik utama Tan Keng Chu adalah cara pembuatannya yang nyaris tidak berubah sejak dulu. Beberapa mesin tua peninggalan era kolonial masih digunakan hingga sekarang, tentu dengan perawatan khusus agar tetap berfungsi optimal.


Proses pembuatan roti dilakukan secara bertahap, mulai dari pengolahan adonan, fermentasi, hingga proses pemanggangan. Teknik mengempukkan adonan masih dilakukan secara manual untuk menjaga tekstur roti tetap lembut. Setelah itu, roti dipanggang dalam oven bersuhu tinggi selama belasan menit hingga matang sempurna.


Bagi wisatawan, menyaksikan langsung proses ini menjadi pengalaman tersendiri—seolah melihat dapur sejarah yang masih hidup.


Ragam Roti Klasik yang Menggoda Selera

Meski dikenal sebagai produsen roti tawar pada masa kolonial, kini Tan Keng Chu menawarkan beragam varian roti yang menggugah selera. Mulai dari roti manis, roti isi cokelat, nanas, ayam, hingga roti gambang bertabur wijen.


Menariknya, resep roti di sini tergolong sederhana—mengandalkan perpaduan terigu, mentega, dan gula—namun menghasilkan cita rasa khas yang sulit ditiru. Teksturnya lembut, aromanya harum, dan rasa manisnya tidak berlebihan.


Inilah yang membuat banyak pengunjung rela antre, bahkan membeli dalam jumlah banyak sebagai oleh-oleh khas Cianjur.


Destinasi Wisata Kuliner yang Sarat Nilai Sejarah

Lebih dari sekadar toko roti, Tan Keng Chu telah menjelma menjadi destinasi wisata kuliner bersejarah. Tempat ini sering dikunjungi wisatawan yang ingin merasakan sensasi mencicipi roti legendaris sambil menyelami kisah masa lalu.


Lokasinya yang mudah dijangkau serta harga yang relatif terjangkau menjadikan Tan Keng Chu cocok untuk semua kalangan—mulai dari pecinta kuliner, penikmat sejarah, hingga keluarga yang berwisata santai.


Tak heran jika toko roti ini kerap masuk dalam daftar rekomendasi wisata kuliner Cianjur yang wajib dikunjungi.


Menjaga Rasa, Merawat Warisan

Hampir satu abad bertahan, Tan Keng Chu membuktikan bahwa rasa, konsistensi, dan cerita di balik sebuah produk adalah modal utama untuk bertahan. Di tengah tren kuliner modern yang silih berganti, roti klasik ini tetap punya tempat istimewa di hati para penikmatnya.


Bagi kamu yang gemar wisata kuliner bernuansa sejarah, Roti Tan Keng Chu bukan sekadar tempat makan, melainkan perjalanan rasa yang melintasi waktu.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)