![]() |
| Mengenal Seni Pakemplung, Warisan Budaya Unik Cianjur yang Nyaris Punah (warta parahyangan) |
Cianjur tak hanya dikenal lewat hamparan sawah hijau, udara sejuk pegunungan, dan wisata alamnya yang menawan. Di balik keindahan alam tersebut, daerah ini juga menyimpan kekayaan budaya yang jarang diketahui wisatawan, salah satunya adalah seni Pakemplung. Kesenian tradisional ini menjadi bagian penting dari sejarah masyarakat agraris Cianjur, namun kini keberadaannya semakin jarang ditemui.
Bagi wisatawan pencinta budaya, mengenal seni Pakemplung bukan sekadar menambah wawasan, tetapi juga membuka sudut pandang baru tentang kearifan lokal yang hidup berdampingan dengan alam dan tradisi leluhur.
Apa Itu Seni Pakemplung?
Seni Pakemplung merupakan kesenian tradisional khas Cianjur yang berasal dari Kampung Tegal Bungur, Desa Wanasari, Kecamatan Naringgul. Kesenian ini memadukan musik tradisional Sunda dengan tarian ritual yang sarat makna filosofis.
Alat musik yang digunakan antara lain kendang, kenong, gong, dan rebab gesek. Irama yang dihasilkan terdengar sederhana namun memiliki nuansa sakral yang kuat. Tarian yang mengiringinya pun bergerak lembut, menggambarkan hubungan manusia dengan alam dan rasa syukur atas hasil bumi.
Tradisi Syukur di Balik Pertunjukan Pakemplung
Berbeda dengan pertunjukan seni pada umumnya, Pakemplung tidak lahir sebagai hiburan semata. Kesenian ini biasanya ditampilkan saat musim panen padi, atau dikenal dengan istilah ngampih pare. Bagi masyarakat setempat, Pakemplung menjadi bentuk ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta dan kepada Nyi Pohaci, sosok simbolik yang dipercaya sebagai lambang kesuburan dan kesejahteraan.
Sebelum pertunjukan dimulai, sering kali dilakukan ritual khusus seperti ngarajah atau ngukus, sebagai bentuk permohonan izin kepada leluhur. Prosesi ini menjadikan Pakemplung bukan hanya tontonan, tetapi juga bagian dari perjalanan spiritual masyarakat agraris Cianjur.
Daya Tarik Pakemplung bagi Wisata Budaya
Bagi wisatawan yang tertarik pada wisata budaya dan tradisi lokal, seni Pakemplung menawarkan pengalaman yang berbeda. Nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap alam, serta kearifan lokal terasa begitu kental dalam setiap elemen pertunjukan.
Inilah yang membuat Pakemplung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya Cianjur, khususnya bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Sunda lebih dalam, tidak hanya lewat kuliner atau pakaian adat, tetapi juga melalui seni pertunjukan tradisional.
Seni Tradisi yang Terancam Hilang
Sayangnya, seni Pakemplung kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Jumlah pelaku seni yang mampu memainkan dan memahami ritual Pakemplung semakin berkurang. Mayoritas pelestarinya berasal dari generasi tua, sementara minat generasi muda terhadap kesenian ini masih sangat terbatas.
Perubahan gaya hidup, masuknya budaya modern, serta minimnya ruang pertunjukan menjadi tantangan besar dalam menjaga keberlangsungan Pakemplung. Jika tidak ada upaya nyata, bukan tidak mungkin kesenian ini hanya akan tersisa dalam catatan sejarah.
Upaya Pelestarian dan Harapan ke Depan
Meski menghadapi ancaman kepunahan, secercah harapan masih ada. Sejumlah komunitas budaya, pegiat seni, hingga lembaga sosial mulai mendorong revitalisasi Pakemplung melalui festival budaya dan pertunjukan publik. Salah satunya dengan menampilkan Pakemplung di ajang budaya tingkat provinsi, agar semakin dikenal masyarakat luas.
Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Pakemplung sebagai bagian dari wisata budaya unggulan Cianjur, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk kembali belajar dan melestarikan seni tradisi leluhur.
Mengapa Wisatawan Perlu Mengenal Pakemplung?
Mengunjungi destinasi wisata tak hanya soal menikmati pemandangan, tetapi juga memahami cerita dan budaya di baliknya. Seni Pakemplung adalah cerminan kehidupan masyarakat Cianjur yang harmonis dengan alam, penuh rasa syukur, dan menjunjung tinggi nilai tradisi.
Dengan mengenal dan menghargai kesenian seperti Pakemplung, wisatawan turut berperan dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

