Kabupaten Cianjur tidak hanya dikenal dengan panorama alamnya yang menawan, tetapi juga kaya akan tradisi dan budaya yang terus hidup hingga kini. Salah satu buktinya terlihat dalam perayaan Milangkala ke-11 Padepokan Pusaka Putra Jembar, yang digelar meriah di Lapangan HUVE Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Acara ini menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan budaya yang ingin merasakan langsung nuansa seni tradisi Sunda.
Mengusung konsep gelar budaya, peringatan milangkala ini dirangkaikan dengan pertunjukan Wayang Golek Sunda serta Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) bagi para anggota padepokan. Kombinasi antara hiburan, edukasi, dan nilai tradisi menjadikan acara ini tidak sekadar tontonan, tetapi juga pengalaman wisata budaya yang berkesan.
Wisata Budaya yang Sarat Nilai Tradisi
Gelar budaya yang disajikan Padepokan Pusaka Putra Jembar menjadi ruang bagi masyarakat dan wisatawan untuk lebih dekat dengan seni tradisional Sunda. Wayang golek tampil sebagai ikon utama, menghadirkan kisah-kisah penuh pesan moral, filosofi kehidupan, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Bagi wisatawan, menyaksikan wayang golek secara langsung memberikan pengalaman berbeda dibandingkan sekadar melihatnya di layar. Denting gamelan, dialog para tokoh wayang, hingga interaksi dalang dengan penonton menciptakan suasana hangat dan autentik khas Tatar Sunda.
Dukungan Pemerintah dan Pelestarian Budaya Lokal
Menariknya, kegiatan budaya ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Hadirnya Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur bersama Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Cianjur menjadi bukti bahwa pelestarian budaya lokal menjadi bagian penting dari pembangunan daerah, sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Sinergi antara komunitas budaya dan pemerintah ini menjadikan acara milangkala bukan hanya perayaan internal padepokan, tetapi juga agenda budaya daerah yang berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya Cianjur.
Ujian Kenaikan Tingkat, Regenerasi Seniman Sunda
Selain pertunjukan seni, Ujian Kenaikan Tingkat menjadi momen penting dalam rangkaian acara. UKT ini berfungsi sebagai proses pembinaan dan regenerasi, memastikan nilai-nilai budaya Sunda terus diwariskan kepada generasi muda. Bagi wisatawan, momen ini memberikan gambaran bagaimana sebuah padepokan menjaga kualitas dan kesinambungan tradisi secara serius dan terstruktur.
Tak jarang, generasi muda yang mengikuti UKT justru menjadi daya tarik tersendiri, karena menunjukkan bahwa seni tradisional tetap relevan dan diminati di tengah arus modernisasi.
Dampak Positif bagi Wisata dan Ekonomi Lokal
Perayaan Milangkala ke-11 Padepokan Pusaka Putra Jembar juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Ramainya pengunjung turut menggerakkan sektor UMKM lokal, mulai dari kuliner khas Cianjur hingga kerajinan tradisional. Hal ini membuktikan bahwa wisata budaya tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mampu menghidupkan ekonomi masyarakat.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Cianjur, acara budaya seperti ini bisa menjadi alternatif wisata selain alam dan kuliner. Menggabungkan perjalanan dengan agenda budaya akan memberikan pengalaman yang lebih lengkap dan bermakna.
Destinasi Wisata Budaya yang Patut Masuk Agenda Liburan
Melalui peringatan Milangkala ke-11 ini, Padepokan Pusaka Putra Jembar semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat pelestarian budaya Sunda di Kabupaten Cianjur. Ke depan, padepokan ini berpotensi menjadi destinasi wisata budaya edukatif, khususnya bagi wisatawan yang ingin mengenal seni wayang golek dan tradisi Sunda lebih dekat.
Jika Anda merencanakan liburan ke Cianjur, sempatkan untuk mencari informasi agenda budaya lokal. Menyaksikan langsung perayaan tradisi seperti milangkala padepokan bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang autentik dan tak terlupakan.

.jpg)