Keraton Kasepuhan Cirebon Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Budaya Modern

Jabar Tourism
0

Keraton Kasepuhan Cirebon Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Budaya Modern (Kemenbud)

Upaya pemerintah dalam mengangkat kembali peran situs budaya terus digencarkan. Salah satunya terlihat dari kunjungan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, ke Keraton Kasepuhan pada Sabtu (4/4). Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi besar untuk menjadikan keraton sebagai pusat edukasi budaya yang relevan di era modern.


Keraton Kasepuhan yang berada di Cirebon dikenal sebagai salah satu keraton tertua di Indonesia. Berdiri sejak abad ke-15 dan didirikan oleh Sunan Gunung Jati, bangunan ini menyimpan jejak panjang peradaban yang memadukan berbagai unsur budaya, mulai dari Jawa, Sunda, hingga pengaruh Islam dan Tiongkok.


Dalam kunjungannya, Fadli Zon menilai potensi besar yang dimiliki keraton tersebut, terutama dari sisi koleksi sejarah dan nilai arsitektur. Namun, ia menekankan bahwa kekuatan tersebut perlu didukung dengan penyajian yang lebih menarik. Salah satu sorotan utama adalah pentingnya penguatan narasi sejarah atau storytelling agar lebih hidup dan mudah dipahami oleh pengunjung, khususnya generasi muda.


Menurutnya, museum di lingkungan keraton sebenarnya sudah cukup baik dari segi koleksi. Akan tetapi, aspek tata pamer seperti pencahayaan, alur cerita, dan penyampaian informasi masih perlu ditingkatkan. Dengan sentuhan modern, pengalaman pengunjung diharapkan menjadi lebih interaktif dan edukatif, tidak sekadar melihat benda bersejarah tanpa memahami maknanya.


Lebih jauh, Fadli Zon mendorong agar Keraton Kasepuhan tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran budaya dan bahkan sains. Transformasi ini dinilai penting agar warisan sejarah tidak terjebak sebagai simbol masa lalu, melainkan menjadi sumber inspirasi yang relevan dengan kehidupan masa kini.


Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem kebudayaan nasional. Revitalisasi keraton dan museum menjadi bagian dari strategi untuk menarik minat generasi muda agar lebih dekat dengan sejarah dan identitas bangsa. Dengan pendekatan yang lebih modern dan komunikatif, diharapkan nilai-nilai budaya dapat terus hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi.


Pada akhirnya, pengembangan Keraton Kasepuhan sebagai pusat edukasi budaya modern bukan hanya soal pelestarian fisik bangunan, tetapi juga bagaimana menghidupkan kembali cerita di dalamnya. Sebab, sejarah yang disajikan dengan cara yang menarik akan lebih mudah diterima, dipahami, dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)