![]() |
| Ketua Umum Dulur Cirebonan Prof Rokhmin Dahuri (dok.askara) |
Kawasan Ciayumajakuning—yang meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan—kini semakin dilirik sebagai destinasi wisata potensial di Jawa Barat. Tidak hanya menawarkan keindahan alam yang beragam, wilayah ini juga menyimpan kekayaan budaya dan kuliner yang khas. Namun di balik pesonanya, potensi besar tersebut dinilai belum tergarap secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal ini disampaikan oleh Rokhmin Dahuri dalam acara Halal Bihalal Paguyuban Dulur Cirebonan di Jakarta. Ia menekankan pentingnya langkah konkret untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi baru di Jawa Barat, khususnya di kawasan Ciayumajakuning.
Menurutnya, selama ini pariwisata di wilayah tersebut masih sebatas potensi yang belum sepenuhnya dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi nyata. Padahal, jika dikelola dengan serius, sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, hingga memperkuat daya saing daerah.
Secara geografis, Ciayumajakuning memiliki keunggulan yang jarang dimiliki daerah lain. Wilayah Cirebon dan Indramayu dikenal dengan pesona wisata pesisirnya, seperti pantai dan kawasan laut yang terus berkembang. Sementara itu, Majalengka dan Kuningan menawarkan panorama pegunungan yang sejuk dan asri—menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari ketenangan.
Tak hanya itu, kawasan ini juga kaya akan wisata budaya dan religi, mulai dari keraton, situs sejarah, hingga tradisi lokal yang masih terjaga. Ditambah dengan ragam kuliner khas yang menggugah selera, Ciayumajakuning memiliki paket lengkap sebagai destinasi wisata terpadu.
Lebih jauh, Rokhmin menyoroti pentingnya integrasi pariwisata dengan sektor lain, seperti pertanian dan komoditas unggulan daerah. Sinergi ini dinilai mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan, sekaligus memperkuat ekosistem pembangunan berbasis potensi lokal.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan pemimpin daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan kawasan wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Sejumlah destinasi unggulan pun mulai menunjukkan perkembangan positif. Di Cirebon, konsep waterfront city menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu menarik wisatawan. Indramayu menghadirkan pesona pantai seperti Tirtamaya dan Eretan, sementara Kuningan dan Majalengka terus memperkuat daya tarik wisata alam pegunungan.
Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik serta kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Ciayumajakuning dinilai memiliki posisi strategis sebagai simpul pertumbuhan baru di Pulau Jawa. Jika dikelola secara terintegrasi dan berkelanjutan, kawasan ini berpotensi menjadi pusat ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada akhirnya, pengembangan pariwisata di Ciayumajakuning bukan sekadar soal destinasi, melainkan tentang masa depan ekonomi daerah. Dengan perencanaan matang dan kolaborasi lintas sektor, kawasan ini diyakini mampu menjadi lokomotif baru bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.***

