Menyusuri Jejak Black ID, Brand Clothing Lokal yang Menguatkan Wisata Ekraf Bandung

Jabar Tourism
0

Founder Black ID Hartiman (Imonzs) bersama Pasha Ungu (blackidclothing.com)

BANDUNG
- Bandung tidak hanya dikenal sebagai kota berhawa sejuk dengan deretan destinasi wisata alam dan kuliner yang menggoda. Kota Kembang juga menjadi rumah bagi industri ekonomi kreatif yang tumbuh pesat, terutama di sektor fesyen. Salah satu nama yang memiliki peran besar dalam perjalanan tersebut adalah Black ID, sebuah brand clothing lokal yang lahir dari semangat kewirausahaan dan kini menjadi bagian dari identitas wisata ekonomi kreatif (ekraf) Bandung.


Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bandung, berburu produk fashion lokal kini telah menjadi agenda yang tak kalah menarik dibandingkan menikmati kuliner atau menjelajahi kawasan heritage. Fenomena inilah yang menjadikan industri clothing sebagai salah satu daya tarik wisata berbasis ekonomi kreatif.


Dari Usaha Rumahan Menjadi Ikon Fashion Lokal

Perjalanan Black ID dimulai pada tahun 2004 ketika pendirinya, Hartiman atau yang lebih dikenal dengan sapaan Imonz, memutuskan membangun usaha clothing dengan modal yang sangat terbatas. Berbekal tekad dan kreativitas, ia memproduksi puluhan kemeja sebagai koleksi pertamanya.


Perjalanan bisnis tersebut tidak selalu berjalan mulus. Produk yang awalnya sulit terjual justru menjadi pengalaman berharga untuk memahami kebutuhan pasar. Berbagai strategi pemasaran kemudian dilakukan, mulai dari menitipkan produk di distro hingga memperkuat identitas merek melalui promosi yang lebih kreatif.


Perlahan namun pasti, Black ID berhasil mendapatkan tempat di hati pecinta fashion lokal. Dari sebuah usaha kecil, brand ini berkembang menjadi salah satu nama yang dikenal luas, bahkan sempat menembus pasar internasional.


Destinasi Wisata Belanja Bernuansa Ekraf

Bandung memang memiliki reputasi sebagai surganya distro. Kawasan seperti Jalan Trunojoyo, Jalan Sultan Agung, Jalan Riau, hingga Dago menjadi tujuan favorit wisatawan yang ingin membawa pulang produk lokal berkualitas.


Di kawasan-kawasan inilah semangat ekonomi kreatif begitu terasa. Setiap toko menghadirkan karakter yang berbeda, mulai dari desain interior hingga koleksi produk yang merepresentasikan kreativitas anak muda Bandung.


Black ID menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah brand lokal mampu berkembang bersama ekosistem distro yang telah membentuk citra Bandung sebagai kota fashion Indonesia.


Lebih dari Sekadar Oleh-Oleh

Berbelanja produk clothing lokal saat berwisata sebenarnya bukan hanya soal mendapatkan pakaian baru. Setiap produk yang dibeli turut mendukung pertumbuhan pelaku UMKM kreatif, tenaga kerja lokal, hingga industri desain yang berkembang di Bandung.


Tak heran jika banyak wisatawan sengaja menyisihkan waktu khusus untuk mengunjungi berbagai toko clothing setelah menikmati wisata alam di Lembang atau mencicipi kuliner khas Kota Kembang.


Produk-produk seperti kaus, jaket, denim, hingga aksesori kini telah menjadi bagian dari oleh-oleh khas Bandung yang memiliki nilai kreativitas tinggi.


Black ID dan Wajah Wisata Ekonomi Kreatif Bandung

Keberhasilan Black ID menunjukkan bahwa kreativitas dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi sekaligus daya tarik wisata. Brand ini menjadi salah satu bukti bahwa Bandung bukan hanya kota penghasil produk fashion, tetapi juga ruang lahirnya ide-ide kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.


Bagi para pencinta wisata ekonomi kreatif, mengunjungi sentra clothing lokal di Bandung memberikan pengalaman yang berbeda. Pengunjung tidak hanya berburu produk berkualitas, tetapi juga dapat melihat bagaimana industri kreatif berkembang dari mimpi sederhana menjadi bisnis yang menginspirasi.


Inilah alasan mengapa wisata belanja di Bandung selalu memiliki cerita. Di balik setiap produk lokal yang terpajang di etalase, tersimpan perjalanan panjang, semangat pantang menyerah, serta kreativitas yang menjadikan Kota Kembang tetap layak menyandang predikat sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif terbaik di Indonesia.***

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)