
Pelaksanaan Karya Kreatif Jabar di Indramayu (Disparbud Jabar)
INDRAMAYU - Ketika orang berbicara tentang Indramayu, sebagian besar mungkin langsung teringat pada hamparan pantai utara Jawa, mangga gedong gincu yang melegenda, atau semilir angin laut yang menemani perjalanan di sepanjang pesisir. Namun, di balik pesonanya sebagai daerah yang kaya akan budaya dan kuliner, Indramayu diam-diam tengah menyiapkan wajah baru sebagai rumah bagi para pelaku ekonomi kreatif yang terus tumbuh.
Bagi sebuah destinasi, daya tarik tak hanya lahir dari bentang alamnya. Ada cerita di balik setiap produk lokal, ada tangan-tangan kreatif yang menghidupkan tradisi, dan ada semangat masyarakat yang membuat wisatawan ingin kembali. Inilah yang kini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui program Karya Kreatif (Kolaborasi, Akselerasi, Registrasi, dan Perlindungan Karya).
Bertempat di Hotel Wiwiek Perkasa 2, Kabupaten Indramayu, Selasa (28/7/2026), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Indramayu menggelar pelatihan dan pendampingan bagi pelaku ekonomi kreatif setempat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iendra Sofyan, menegaskan bahwa pelaku usaha lokal memiliki peran penting dalam membangun identitas sebuah daerah. Produk yang memiliki karakter kuat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi sektor pariwisata secara keseluruhan.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan berbagai wawasan mulai dari penyusunan konsep bisnis, penguatan merek (branding), desain produk, hingga strategi distribusi dan pemasaran digital. Di era ketika wisatawan kerap mencari oleh-oleh unik melalui internet sebelum berkunjung, kemampuan memasarkan produk secara daring menjadi nilai tambah yang tak bisa diabaikan.
Sebanyak 50 pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan materi dari Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran, Prof. Diana Sari, Regional Head Jawa Barat PAXEL, Mochamad Dhimasji, serta Fungsional Analis Kebijakan Kementerian Hukum Kantor Wilayah Jawa Barat, Aditya Amarullah.
Tak hanya membahas strategi pemasaran dan positioning pasar, peserta juga memperoleh layanan konsultasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Langkah ini menjadi penting agar karya-karya lokal Indramayu memiliki perlindungan hukum sekaligus meningkatkan nilai jualnya di pasar yang lebih luas.
Kehadiran program Karya Kreatif menjadi sinyal positif bahwa masa depan pariwisata tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur atau promosi destinasi. Di balik setiap perjalanan, wisatawan sesungguhnya mencari pengalaman yang autentik—mencicipi kuliner khas, membawa pulang produk lokal, dan mengenal kisah masyarakat di baliknya.
Indramayu tampaknya memahami hal tersebut. Dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri, kabupaten yang berada di pesisir utara Jawa Barat ini perlahan membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat. Dan siapa tahu, pada kunjungan berikutnya ke Indramayu, wisatawan tak hanya pulang dengan foto matahari terbenam di pantai, tetapi juga dengan cerita tentang kreativitas masyarakat yang sedang tumbuh dan bersiap menembus pasar yang lebih luas.***
