
Kemenpar dan Kemensos Perkuat SDM Pariwisata Lewat Program Sekolah Rakyat di Bandung (Biro Komunikasi Kemenpar)
BANDUNG — Momentum Hari Anak Nasional 2026 menjadi penanda lahirnya kolaborasi strategis antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman di Kampus Dayeuhkolot Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Kamis, 23 Juli 2026.
Kerja sama ini tidak hanya berbicara mengenai pendidikan, tetapi juga tentang upaya menyiapkan generasi masa depan yang memiliki karakter kuat dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, termasuk sektor pariwisata yang terus berkembang.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan, sinergi lintas kementerian menjadi langkah nyata dalam menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif melalui program Sekolah Rakyat.
“Pembangunan bangsa harus dimulai dari manusianya. Pendidikan menjadi fondasi penting untuk menciptakan SDM unggul yang mampu bersaing dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Widiyanti.
Dalam kerja sama tersebut, Kemenpar menyediakan lahan seluas hingga 70.100 meter persegi di lingkungan Poltekpar NHI Bandung. Sebagian besar lahan akan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat, sementara sisanya diperuntukkan bagi sarana pendukung seperti aula serbaguna dan fasilitas olahraga yang dapat digunakan bersama.
Program Sekolah Rakyat sendiri menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu dan miskin ekstrem. Selain pendidikan formal, para siswa nantinya akan dibekali nilai kepemimpinan, keterampilan, nasionalisme, dan pendidikan keagamaan melalui sistem berasrama.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menilai program ini menjadi salah satu jawaban atas masih tingginya angka anak yang belum memperoleh akses pendidikan. Berdasarkan data pemerintah, terdapat jutaan anak usia sekolah yang belum atau berisiko tidak melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi.
“Sekolah Rakyat dihadirkan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi dan memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam proses pembangunan,” kata Saifullah Yusuf.
Lebih jauh, Kemenpar juga membuka peluang bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan ke Politeknik Pariwisata melalui skema beasiswa. Bahkan, sebanyak 20 persen kuota akan dialokasikan khusus bagi lulusan yang memiliki minat di bidang pariwisata.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya talenta-talenta Indonesia yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap potensi pariwisata nasional, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas dan merata.***
