
Masjid At-Thohir Depok (pinterest)
DEPOK - Masjid At-Thohir di Kota Depok terus dipersiapkan menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Depok mendorong pengembangan kawasan tersebut melalui konsep zona KHAS (Kuliner, Halal, Aman, dan Sehat) sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem pariwisata ramah Muslim.
Langkah tersebut ditandai dengan peluncuran program Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) yang berlangsung di Masjid At-Thohir. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata Jawa Barat dengan menghadirkan destinasi yang nyaman, aman, serta memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim tanpa mengurangi keterbukaan bagi seluruh pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, menjelaskan bahwa Masjid At-Thohir menjadi lokasi pendampingan sebagai destinasi wisata berbasis religi pertama yang diarahkan menjadi zona KHAS. Pengembangan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) serta Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal guna memastikan kualitas layanan dan fasilitas yang sesuai dengan standar pariwisata ramah Muslim.
Pemerintah Kota Depok menyambut positif inisiatif tersebut. Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menilai pengembangan wisata religi di Masjid At-Thohir tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga pada peningkatan kualitas destinasi, pelayanan berbasis data, dan penguatan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Menurutnya, Masjid At-Thohir telah berkembang menjadi simbol nilai-nilai religius sekaligus ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Potensi tersebut diyakini mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Selain memperkenalkan konsep wisata ramah Muslim, peluncuran program tersebut juga dirangkaikan dengan publikasi capaian Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) Jawa Barat. Kehadiran IPKN diharapkan menjadi acuan dalam menyusun kebijakan pengembangan sektor pariwisata yang lebih terukur, adaptif, dan berkelanjutan.
Masyarakat juga kini dapat mengakses berbagai informasi kepariwisataan Jawa Barat melalui platform Smiling West Java, yang menyediakan data destinasi secara akurat, terintegrasi, dan mudah diakses. Kehadiran platform ini diharapkan mampu mendukung promosi pariwisata sekaligus memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat, Jawa Barat optimistis dapat membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim yang kompetitif. Masjid At-Thohir pun diharapkan menjadi contoh pengembangan wisata religi yang tidak hanya menghadirkan nilai spiritual, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kualitas layanan pariwisata di masa mendatang.
