![]() |
| Bubur Pusaka Ciamis (gmaps/Iggy Timothy thesecondsingle) |
CIAMIS - Ada banyak cara mengenal sebuah daerah, salah satunya melalui cita rasa kuliner yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terdapat satu tempat makan yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah kuliner lokal. Namanya Bubur Pusaka, sebuah warung sederhana yang telah berdiri sejak era 1960-an dan hingga kini masih menjadi tujuan favorit bagi pencinta kuliner tradisional.
Berada di kawasan Jalan Pemuda, Kabupaten Ciamis, Bubur Pusaka bukan hanya menawarkan semangkuk bubur ayam hangat, tetapi juga menghadirkan pengalaman menikmati kuliner yang penuh cerita. Bagi masyarakat setempat, tempat ini menjadi salah satu ikon kuliner yang mengingatkan pada suasana Ciamis tempo dulu, ketika makanan sederhana mampu menciptakan kenangan yang melekat.
Saat memasuki area warung, aroma khas kaldu ayam langsung terasa menggugah selera. Sajian bubur dengan tekstur lembut menjadi menu utama yang membuat banyak pelanggan kembali datang. Perpaduan antara bubur gurih, suwiran ayam, cakwe renyah, bawang goreng, kacang kedelai, serta tambahan kerupuk menciptakan rasa yang sederhana namun sulit dilupakan.
Berbeda dengan bubur ayam kekinian yang banyak bermunculan saat ini, Bubur Pusaka tetap mempertahankan karakter tradisionalnya. Tidak banyak perubahan yang dilakukan, karena justru kesederhanaan dan konsistensi rasa menjadi daya tarik utama yang membuat kuliner ini mampu bertahan lebih dari enam dekade.

Menikmati Bubur Pusaka Ciamis (gmaps/Riyan Herdiansyah)
Saat berkunjung ke Ciamis pada pagi hari, menyempatkan diri mencicipi Bubur Pusaka bisa menjadi pilihan menarik sebelum melanjutkan perjalanan wisata ke berbagai destinasi di sekitar Priangan Timur. Apalagi lokasinya cukup mudah dijangkau dan sering menjadi tempat persinggahan wisatawan yang melintas menuju kawasan Pangandaran maupun daerah sekitarnya.
Pada Selasa, 28 Juli 2026, suasana Bubur Pusaka terlihat cukup ramai oleh pelanggan dari berbagai kalangan. Mulai dari warga lokal yang menjadikan bubur ini sebagai menu sarapan rutin hingga wisatawan yang penasaran dengan kuliner legendaris Ciamis.
“Dari dulu rasanya tetap konsisten. Kalau pulang ke Ciamis, Bubur Pusaka selalu masuk daftar yang wajib dicoba,” ujar Andri (42), salah seorang pelanggan yang ditemui saat menikmati hidangan.
Sementara itu, Siti (35), wisatawan asal Tasikmalaya, mengaku tertarik mencoba Bubur Pusaka karena rekomendasi dari warga lokal. “Buburnya lembut, rasanya tidak terlalu berat, dan kuahnya punya rasa khas. Cocok untuk sarapan bersama keluarga,” katanya.
Lebih dari sekadar tempat makan, Bubur Pusaka merupakan bagian dari identitas kuliner Ciamis. Keberadaannya menjadi bukti bahwa makanan tradisional memiliki kekuatan untuk bertahan melewati perubahan zaman selama tetap menjaga kualitas dan cita rasa.
Bagi wisatawan yang sedang menjelajahi Jawa Barat, khususnya kawasan Ciamis dan Priangan Timur, mencicipi Bubur Pusaka bisa menjadi pengalaman kuliner yang menarik. Sebab di balik semangkuk bubur sederhana tersebut, tersimpan cerita panjang tentang tradisi, kenangan, dan kecintaan masyarakat terhadap warisan kuliner daerah.***

