Kesenian Genye Purwakarta, Tarian Sapu Lidi yang Sarat Makna

Jabar Tourism
0

Kesenian Genye Purwakarta (kompasiana.com/Bayu BP)

PURWAKARTA
- Di tengah beragam seni tradisional Jawa Barat, Kabupaten Purwakarta memiliki kesenian unik bernama Genye. Nama tersebut merupakan kependekan dari gerakan nyere, istilah Sunda untuk sapu lidi. Bukan sekadar pertunjukan tari, Genye memadukan unsur gerak, musik, dan seni rupa dalam satu sajian.


Pertunjukan Genye menggunakan konsep tari kontemporer sehingga koreografi dan jumlah penarinya dapat menyesuaikan kebutuhan acara. Iringan musik biasanya memanfaatkan instrumen perkusi seperti bedug, dogdog, dan goong, meski penggunaannya tidak bersifat mutlak.


Salah satu elemen paling mencolok adalah kehadiran anak-anak yang tubuhnya dilumuri lumpur. Visual tersebut menyimpan simbol tentang Plered, salah satu wilayah di Purwakarta yang dikenal sebagai sentra keramik. Lumpur sekaligus menjadi pengingat tentang hubungan manusia dengan tanah—tempat manusia berasal dan pada akhirnya kembali.


Sapu lidi sebagai identitas utama Genye juga membawa pesan filosofis. Benda sederhana itu dikenal sebagai alat untuk membersihkan kotoran. Dalam konteks kesenian, maknanya berkembang menjadi ajakan untuk membersihkan diri, meninggalkan kemalasan, dan menjauhkan berbagai hal buruk. Tradisi lama masyarakat juga mengenal sapu lidi sebagai simbol teguran terhadap anak yang malas belajar mengaji.


Genye digagas seniman Deden Guntari Hidayat pada 2009. Setelah sempat mendapat penolakan, pertunjukan ini akhirnya diperkenalkan kepada Pemerintah Kabupaten Purwakarta pada 2010 dan kemudian diangkat sebagai kesenian khas daerah. Sejak itu, Genye terus tampil dalam berbagai kegiatan, termasuk perayaan hari jadi Purwakarta dan sejumlah festival budaya.


Meski tergolong kesenian baru, Genye menunjukkan bahwa tradisi tidak selalu harus berusia ratusan tahun. Dengan kreativitas dan pesan budaya yang kuat, sebuah karya baru pun dapat tumbuh menjadi identitas daerah.***

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)