![]() |
| Bank Indonesia Jawa Barat Gandeng Disparbud Jabar Dorong Pariwisata Desa Melalui Ajang Jawara Wisata Award 2025 (Disparbud Jabar) |
Dalam kegiatan penilaian Tahap II tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat (Disparbud Jabar), Iendra Sofyan, hadir sebagai juri. Ia menegaskan bahwa desa wisata merupakan pondasi penting dalam pembangunan ekonomi daerah sekaligus motor penggerak sektor pariwisata yang inklusif.
“Apa yang dipresentasikan para finalis hari ini adalah modal besar untuk menjadikan desa wisata naik kelas. Jika desa kuat, kabupaten/kota akan ikut berkembang, dan pada akhirnya provinsi pun semakin maju,” ujar Iendra.
Menghadirkan 10 Finalis Terbaik Desa Wisata Jawa Barat
Sebanyak 10 desa wisata terbaik di Jawa Barat tampil sebagai finalis dalam Jawara Wisata Award 2025. Masing-masing desa menampilkan presentasi mengenai potensi alam, budaya lokal, inovasi digital, hingga pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
Berikut daftar lengkap finalis Top 10:
1. Desa Wisata Alamendah – Kabupaten Bandung
2. Desa Wisata Tugu Utara – Kabupaten Bogor
3. Desa Wisata Cireundeu – Cimahi
4. Desa Wisata Malasari – Kabupaten Bogor
5. Desa Wisata Saung Ciburial – Garut
6. Desa Wisata Pesona Wanajaya – Kabupaten Bekasi
7. Desa Wisata Sukamandi – Subang
8. Desa Wisata Hanjali – Kabupaten Sukabumi
9. AEWO Mulyaharja – Kota Bogor
10. Desa Wisata Lebak Muncang – Kabupaten Bandung
Setiap finalis menunjukkan program pengembangan yang berbeda-beda, mulai dari pengelolaan alam berbasis konservasi, paket wisata edukasi, kuliner dan budaya lokal, hingga penguatan UMKM desa sebagai daya tarik wisata.
Penguatan Ekosistem Pendampingan Desa Wisata
Jawara Wisata Award 2025 tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pariwisata desa. Hadirnya juri nasional dari Desa Wisata Nglanggeran, yang dikenal sebagai salah satu desa wisata berkelas dunia, menambah wawasan serta praktik terbaik dalam pengelolaan destinasi berkelanjutan.
Bank Indonesia Jawa Barat juga menegaskan komitmennya dalam memberikan pendampingan melalui:
- Pelatihan manajemen destinasi wisata,
- Literasi keuangan bagi pelaku UMKM,
- Digitalisasi pemasaran desa wisata,
- Pengembangan produk kreatif berbasis kearifan lokal,
- Serta akses kerja sama dengan mitra industri dan perbankan.
Pendekatan ini diharapkan mendorong desa wisata lebih kompetitif sekaligus membangun destinasi yang ramah lingkungan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Desa Wisata Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Di tengah persaingan sektor pariwisata nasional, desa wisata di Jawa Barat terus menunjukkan kontribusinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang baru. Dengan memadukan keindahan alam, kekuatan budaya, serta inovasi masyarakat, desa-desa wisata mampu menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara.
Melalui Jawara Wisata Award 2025, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan berharap lebih banyak desa di Jawa Barat yang mampu berkembang menjadi destinasi unggulan, profesional, dan berkelanjutan.***

