BDD 2025 Bandung: Ketika Kota Kreatif Menyambut Ribuan Talenta Digital Nusantara

Jabar Tourism
0

Menekraf Teuku Riefky Harsya saat Membuka BDD 2025 (sumber : instagram/ekraf.ri)


Bandung selalu punya cara untuk memikat siapa saja—entah lewat udara sejuknya, deretan kafe estetiknya, sampai energi kreatif yang seolah tak pernah padam. Dan pada 23 November 2025, kota ini kembali membuktikan diri sebagai rumah besar bagi kreativitas Indonesia. Kali ini, melalui ajang Badan Ekraf Developer Day (BDD) 2025, sebuah pertemuan besar para pencipta dunia digital dari berbagai kota dan kabupaten.


Digelar di Trans Convention Center Bandung, acara ini langsung terasa seperti festival ide. Ribuan anak muda dengan laptop, tablet, hoodie, dan semangat menciptakan masa depan digital memenuhi setiap sudut ruangan. Udara Bandung bertemu energi kreatif—kombinasi yang membuat hari itu terasa begitu hidup.


Ketika Belajar Bukan Hanya Soal Teknologi, tapi Juga Tentang Mimpi

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky yang hadir membuka acara, menyampaikan sesuatu yang cukup menggugah. Menurutnya, BDD bukan hanya soal pelatihan coding atau teknis-teknis rumit yang sering membuat orang membayangkan layar hitam penuh angka. Lebih dari itu, program ini adalah tempat membangun karakter wirausaha digital. Tempat di mana para peserta dilatih untuk menjadi pencipta, bukan sekadar pengguna teknologi.


Sejak pertama kali hadir pada tahun 2016, BDD telah menjangkau lebih dari 215.000 peserta dari seluruh Indonesia. Tahun ini, dari ribuan pendaftar, hanya 1.000 talenta terpilih yang dapat kesempatan belajar langsung dengan para ahli.


Mereka bukan hanya mempelajari teknologi terkini, tetapi juga cara berpikir kreatif, cara membangun bisnis digital, hingga cara menemukan solusi melalui inovasi.


Bandung tampaknya menjadi tempat yang tepat—kota yang sejak dulu sudah menjadi pusat ide, seni, dan semangat eksperimental.


Dari Jabar untuk Indonesia: Energi Besar Anak Muda

Sekda Jabar mendampingi Menekraf di BDD 2025 (sumber : instagram/ekraf.ri)

Kemeriahan BDD 2025 semakin lengkap dengan kehadiran Sekda Jawa Barat Herman Suryatman. Ia mengapresiasi pilihan Bandung sebagai tuan rumah, sekaligus menekankan bahwa Jawa Barat memang memiliki energi kreatif yang luar biasa besar.


Bagaimana tidak? Jabar menyumbang sekitar 20 persen dari total ekonomi kreatif nasional—senilai Rp 310 triliun. Jumlah pelaku kreatifnya pun mencengangkan: lebih dari 6,2 juta orang, tersebar mulai dari desainer, pengembang aplikasi, pembuat gim, pengrajin, seniman, hingga para wirausaha kuliner yang tak terhitung jumlahnya.


Dari 1.000 peserta BDD tahun ini, sekitar 800 orang berasal dari Jawa Barat. Mayoritas adalah kaum muda—milenial dan Gen Z—yang wajahnya berbinar-binar saat mengikuti workshop, membahas ide, atau saling bertukar pengalaman.


Di tengah dinamika Bandung yang dikenal sebagai kota kreatif, para peserta BDD seperti menemukan ekosistem yang pas untuk tumbuh.


Kolaborasi, Kopi, dan Koneksi: Tiga Hal yang Menyulut Kreativitas

Setiap sudut ruang konferensi hari itu terasa seperti coworking space raksasa. Ada yang duduk berdampingan sambil berdiskusi, ada yang menatap layar laptop dengan fokus penuh, ada juga yang berbagi tips tentang teknologi terbaru sambil menikmati secangkir kopi.


Suasana seperti ini mengingatkan bahwa dunia digital bukan hanya tentang bekerja sendirian di depan layar—tapi juga tentang kolaborasi dan koneksi manusia.


Selain sesi kelas dan workshop, BDD 2025 juga memberi ruang untuk para peserta membangun jejaring. Di sinilah ide-ide liar menemukan teman diskusi, proyek-proyek impian mulai dirancang, dan peluang kerja terbuka.


Tidak sedikit peserta yang mengatakan bahwa mereka datang untuk belajar, tetapi pulang dengan teman baru, mentor baru, bahkan peluang kolaborasi baru.


Dukungan Pemerintah: Saat Kreativitas Didorong Menjadi Usaha

Tidak hanya pelatihan, pemerintah melalui KemenEkraf juga memberikan dorongan lewat akses pendanaan. Program KUR Ekraf dengan plafon Rp 10 triliun disiapkan agar wirausahawan kreatif bisa membangun usaha digital mereka secara serius. Masing-masing usaha bisa mengajukan pendanaan hingga Rp 500 juta.


Bayangkan saja, seseorang yang awalnya hanya membawa ide ke Bandung, mungkin akan pulang dengan peluang membangun startup-nya sendiri.


Bandung dan Masa Depan Kreativitas Digital Indonesia

BDD 2025 bukan hanya sebuah acara—ia adalah cerminan perjalanan Indonesia menuju masa depan digital. Dan Bandung, dengan pesona dan kultur kreatifnya, berhasil menjadi ruang yang sempurna untuk menyulut semangat itu.


Di antara riuh peserta, tawa, diskusi panjang, serta secangkir kopi yang tak pernah habis, terasa jelas bahwa ekonomi kreatif Indonesia sedang bergerak maju. Dan yang lebih menggembirakan: pergerakan itu dipimpin oleh anak muda.


Saat senja jatuh di atas Gedung Sate dan lampu-lampu Bandung mulai menyala, para peserta keluar dari ruangan dengan wajah penuh harapan. Ada yang membawa rencana besar, ada yang membawa pengetahuan baru, ada pula yang membawa keyakinan bahwa mereka bisa menjadi bagian dari perubahan.


Pada akhirnya, BDD 2025 di Bandung bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang mimpi-mimpi yang sedang dibentuk, satu baris kode, satu ide, dan satu kolaborasi pada satu waktu

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)