Kisah Patung Menong, Cinderamata Khas Purwakarta yang Berkibar ke Pasar Internasional

Jabar Tourism
0

Patung Menong khas Purwakarta (sumber : disipusda.purwakartakab.go.id)

Tak banyak yang tahu bahwa Purwakarta tidak hanya terkenal dengan kuliner sate maranggi atau indahnya Waduk Jatiluhur. Kabupaten di Jawa Barat ini juga menyimpan kekayaan seni kriya yang telah bertahan lintas generasi. Di balik perbukitan dan pemukiman yang tenang, terdapat para perajin yang tak pernah lelah membentuk tanah liat menjadi karya bernilai tinggi—salah satunya di Kecamatan Plered, pusat keramik yang namanya telah mendunia.


Bagi pencinta budaya dan wisata kreatif, Plered adalah destinasi wajib. Begitu memasuki kawasan ini, pengunjung akan disambut deretan rumah produksi, galeri, dan toko yang memamerkan berbagai kerajinan berbahan tanah liat. Atmosfernya terasa hangat dan tradisional, seakan membawa kita pada masa ketika tangan-tangan perajin menjadi tulang punggung ekonomi lokal.


Keramik dalam Tiga Ragam: Dari Konstruksi Hingga Kriya Estetik

Sejak puluhan tahun lalu, Plered telah dikenal menghasilkan tiga jenis keramik utama. Pertama, keramik konstruksi—produk yang akrab di kehidupan sehari-hari seperti genteng, loster, hingga bata merah. Tak sedikit bangunan di Jawa Barat yang memanfaatkan hasil karya para perajin lokal ini karena kualitasnya yang kokoh dan tahan lama.


Jenis kedua adalah keramik tradisional yang lebih dekat dengan kehidupan rumahan. Pot, kendi, pendil, dan ulekan adalah beberapa contoh yang hingga kini masih diproduksi dan diminati. Bentuknya yang klasik dan fungsional membuatnya tetap relevan, meski dunia kerajinan terus berkembang.


Lalu yang ketiga, keramik hias dan fungsi—kategori yang menjadi daya tarik wisatawan. Hasilnya lebih artistik, lebih detail, dan tentu saja lebih penuh karakter. Di sinilah Menong, patung kecil yang kini menjadi ikon Purwakarta, mulai mencuri perhatian.


Menong: Si Cantik yang Jadi Primadona Suvenir Purwakarta

Bagi wisatawan yang sedang mencari oleh-oleh khas Purwakarta, hampir semua panduan akan merekomendasikan satu nama: Menong. Patung mungil ini telah menjadi simbol keramahan dan kecantikan perempuan Sunda yang digambarkan dengan ciri khas kulit kuning langsat, bibir mungil, alis panjang, dan mahkota berbentuk sigar di kepala.


Warna dominannya—hitam dan merah—menjadikan Menong terlihat tegas namun tetap manis. Tak heran bila banyak wisatawan jatuh hati pada pandangan pertama. Karakternya yang sederhana namun ikonik membuatnya pas dijadikan pajangan rumah, hadiah, atau koleksi pribadi.


Patung Menong dapat ditemukan dengan mudah di berbagai toko kerajinan di Plered dan di Galeri Menong. Ukurannya beragam, dari yang kecil seukuran telapak tangan hingga versi yang lebih besar. Ada yang dijual satuan, ada pula yang dalam bentuk paket, semuanya dengan harga yang masih sangat bersahabat.


Dari Kampung Kecil ke Pasar Dunia

Menurut Ahmad Nizar, Kabid UKM Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta, Menong bukanlah produk baru. Para perajin Plered telah memulai eksplorasi keramik hias ini sejak tahun 1980-an.

“Menong sebenarnya sudah lama dikenal, terutama oleh kolektor dari luar daerah dan luar negeri,” ungkapnya. “Popularitasnya di Purwakarta baru meningkat beberapa tahun belakangan, mungkin karena dulu orang lebih mengenal Plered sebagai sentra keramik bangunan.”


Namun kini, situasinya berubah. Menong kembali mendapatkan panggungnya. Banyak wisatawan datang khusus ke Plered hanya untuk melihat proses pembuatannya atau membeli langsung dari tangan para perajin. Lebih membanggakan lagi, Menong dan keramik khas Plered telah menembus pasar internasional—mulai dari Asia Tenggara, Amerika, Eropa, hingga Timur Tengah.


“Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena kerajinan kriya kami bisa go internasional,” kata Nizar. Capaian ini tak hanya menegaskan kualitas para perajin lokal, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan ekonomi kreatif Purwakarta.


Pengalaman Wisata Keramik yang Tak Biasa

Bagi wisatawan, berkunjung ke Plered bukan hanya soal membeli oleh-oleh. Banyak pengunjung yang datang untuk melihat langsung proses pembuatan keramik—mulai dari mengolah tanah liat, membentuknya dengan teknik tradisional, hingga proses pembakaran di tungku besar. Pengalaman ini memberi kesadaran baru bahwa setiap kerajinan yang terlihat sederhana sebenarnya melalui proses panjang dan ketelitian tingkat tinggi.


Sebagian galeri bahkan menawarkan kelas singkat bagi wisatawan yang ingin mencoba membuat keramik sendiri. Aktivitas ini sangat diminati keluarga maupun wisatawan muda yang ingin mencari pengalaman baru.


Mengapa Plered Layak Masuk Daftar Destinasi Anda?

Plered bukan hanya tentang keramik, tetapi tentang cerita, ketekunan, dan warisan budaya yang terus dilestarikan. Mengunjungi Plered berarti merasakan kombinasi wisata edukasi, budaya, dan belanja dalam satu paket lengkap. Menong sebagai ikon suvenir Purwakarta membuat perjalanan semakin berkesan.


Bagi pegiat blog wisata, Plered adalah spot yang penuh materi menarik—dari tradisi turun-temurun hingga kisah perajin yang mempertahankan seni kriya di tengah perubahan zaman. Dan bagi wisatawan, pulang dengan membawa Menong berarti membawa sepotong cerita dari tanah Purwakarta.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)