Menyusuri Cihapit hingga Braga, Dukungan Menteri Ekraf Perkuat Daya Tarik Wisata Kreatif Bandung

Jabar Tourism
0

Menteri Ekraf beserta Kadisparbud Jabar Menyusuri Cihapit hingga Braga (Biro Komunikasi Publik Kemenekraf)

Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif sekaligus destinasi wisata favorit di Indonesia. Hal ini terlihat dari kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Teuku Riefky Harsya, yang meninjau langsung kawasan Cihapit hingga Braga pada Jumat (2/1). Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam memperkuat pariwisata Kota Bandung.


Momentum libur Natal dan Tahun Baru dimanfaatkan untuk melihat secara langsung geliat pelaku ekonomi kreatif di ruang-ruang publik. Menurut Menteri Ekraf, kawasan wisata yang hidup bukan hanya menawarkan keindahan kota, tetapi juga pengalaman autentik melalui produk kreatif lokal, mulai dari kuliner, fesyen, hingga seni dan gaya hidup.


Kawasan Braga menjadi salah satu titik utama peninjauan. Jalan legendaris ini dikenal sebagai ikon wisata sejarah Bandung yang kini bertransformasi menjadi etalase kreativitas anak muda. Berbagai ruang seni, toko ritel kreatif, hingga brand berbasis kekayaan intelektual lokal hadir dan memberi pengalaman berbeda bagi wisatawan. Kehadiran tempat seperti galeri seni dan toko kreatif menunjukkan bahwa pariwisata perkotaan dapat tumbuh seiring dengan industri kreatif.


Tak hanya menikmati suasana, Menteri Ekraf juga berdialog langsung dengan pelaku usaha kreatif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi, media, dan sektor keuangan agar ekosistem ekonomi kreatif semakin kuat. Dengan dukungan tersebut, pelaku lokal diharapkan mampu naik kelas dan menjadikan Bandung sebagai barometer tren kreatif nasional.


Perjalanan dilanjutkan ke Pasar Cihapit, kawasan yang kini dikenal sebagai destinasi wisata kuliner sekaligus ruang tumbuh UMKM kreatif. Pasar ini tidak lagi sekadar tempat transaksi, tetapi telah berkembang menjadi titik temu wisatawan dengan ragam cita rasa khas Bandung. Kuliner legendaris hingga konsep kopi dan makanan modern hidup berdampingan, menciptakan suasana yang hangat dan autentik.


Selain kuliner, kawasan Cihapit juga diramaikan oleh brand fesyen dan gaya hidup lokal. Keberagaman subsektor ini membuat kawasan tersebut semakin menarik sebagai destinasi wisata kreatif yang menawarkan pengalaman menyeluruh—dari rasa, visual, hingga cerita di balik produk.


Kunjungan ini menegaskan bahwa penguatan ekonomi kreatif di daerah memiliki dampak langsung terhadap pariwisata. Ketika ruang kreatif tumbuh, wisatawan mendapatkan lebih banyak alasan untuk datang dan tinggal lebih lama. Bandung pun tak hanya dikenal sebagai kota wisata, tetapi juga sebagai rumah bagi kreativitas yang terus berkembang.


Dengan sinergi yang tepat, kawasan seperti Braga dan Cihapit berpotensi menjadi contoh bagaimana ekonomi kreatif mampu menggerakkan wisata kota, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)