![]() |
| Braga Permai Bandung (gmaps/CB Kusmaryanto) |
Jalan Braga dikenal sebagai salah satu kawasan paling bersejarah di Kota Bandung. Deretan bangunan klasik yang masih berdiri hingga kini menjadi saksi perkembangan kota sejak masa kolonial. Di antara bangunan-bangunan ikonik tersebut, terdapat sebuah restoran legendaris yang telah melewati berbagai era: Braga Permai, yang dahulu bernama Maison Bogerijen.
Restoran ini bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari perjalanan sejarah Bandung. Sejak awal abad ke-20, tempat ini telah menjadi simbol gaya hidup elite masyarakat Eropa yang tinggal di kota yang kala itu dijuluki “Parijs van Java”.
Awal Berdiri Maison Bogerijen di Jalan Braga
Maison Bogerijen didirikan pada 7 September 1918 oleh seorang perantau asal Belanda bernama Leendert van Bogerijen. Saat itu, Bandung berkembang pesat sebagai kota hunian sekaligus destinasi liburan orang Belanda karena udaranya yang sejuk dan tata kotanya yang modern.
Berlokasi di Jalan Braga No. 50, restoran ini langsung menarik perhatian kalangan Eropa. Nama Maison Bogerijen diambil dari nama sang pendiri yang sebelumnya bekerja di perusahaan kimia De Gedeh di Batavia sebelum memutuskan membuka usaha kuliner di Bandung.
Sejak awal berdiri, restoran ini menawarkan pengalaman bersantap bergaya Eropa dengan pelayanan eksklusif, sesuatu yang tergolong mewah pada masa itu.
Arsitektur Kolonial yang Masih Bertahan
Salah satu daya tarik utama Braga Permai adalah bangunannya yang masih mempertahankan karakter kolonial. Gaya arsitektur Belanda terlihat jelas dari desain fasad, jendela besar, serta tata ruang yang luas dan elegan. Bahkan terdapat sentuhan budaya Prancis yang tampak dari penggunaan tulisan berbahasa Prancis pada bagian luar bangunan.
Perjalanan restoran ini sempat mengalami masa sulit, terutama saat pendudukan Jepang ketika banyak bisnis milik Belanda berhenti beroperasi. Setelah Indonesia merdeka, nama Maison Bogerijen diganti menjadi Braga Permai sebagai bagian dari upaya menghilangkan nuansa kolonial.
Pada tahun 1960, bangunan ini juga pernah mengalami kebakaran dan kemudian direnovasi. Meski begitu, beberapa elemen asli tetap dipertahankan, seperti dapur tua, oven klasik, hingga ruang pemanggangan roti yang masih menjadi bagian dari sejarahnya.
Restoran Elit pada Masanya
Di era kolonial, Maison Bogerijen dikenal sebagai restoran elite yang hanya dapat dinikmati kalangan tertentu, seperti orang Belanda, bangsawan, dan masyarakat berstatus ekonomi tinggi. Menu awalnya didominasi makanan manis seperti kue, cokelat, dan es krim, sebelum akhirnya berkembang menyajikan hidangan khas Eropa.
Kondisi sosial saat itu membuat restoran ini menjadi simbol perbedaan kelas sosial antara masyarakat Eropa dan pribumi. Tidak semua orang dapat merasakan pengalaman bersantap di tempat bergengsi tersebut.
Braga Permai Masa Kini, Legenda yang Tetap Hidup
Kini, Braga Permai tetap berdiri sebagai salah satu destinasi kuliner legendaris di Bandung. Menu yang ditawarkan semakin beragam, mulai dari hidangan Eropa klasik hingga makanan lokal dan minuman modern.
Pengunjung yang datang pun beragam, dari wisatawan hingga warga lokal yang ingin menikmati suasana nostalgia di kawasan Braga. Area duduk terbuka dan hiburan live music membuat restoran ini cocok untuk makan santai maupun sekadar nongkrong.
Buka setiap hari dari pagi hingga malam, Braga Permai tidak hanya menawarkan kuliner, tetapi juga pengalaman menikmati sejarah dalam suasana yang hidup. Lebih dari satu abad berlalu, restoran ini tetap menjadi bukti bahwa warisan masa lalu dapat terus bertahan dan menjadi bagian penting wisata sejarah Kota Bandung.

