Bubur Ayam Bunut: Jejak Rasa Legendaris Sukabumi yang Bertahan Sejak 1975

Jabar Tourism
0

Bubur Ayam Bunut Sukabumi (gmaps/Suci Lestari)

Sukabumi selama ini dikenal lewat pesona alamnya yang menenangkan. Namun di balik itu, kota ini juga menyimpan kekayaan kuliner yang tak kalah menarik untuk dijelajahi. Salah satu yang paling ikonik adalah Bubur Ayam Bunut, sajian sederhana yang justru menyimpan cerita panjang sejak tahun 1975.


Bukan sekadar tempat makan, Bubur Ayam Bunut telah menjelma menjadi bagian dari identitas kuliner Sukabumi. Eksistensinya yang mampu bertahan lintas generasi menunjukkan bahwa rasa autentik masih memiliki tempat di hati para penikmat kuliner.


Cita Rasa Khas yang Konsisten

Hal pertama yang membedakan Bubur Ayam Bunut dari bubur ayam pada umumnya adalah teksturnya. Buburnya cenderung lebih kental dengan cita rasa gurih yang sudah terasa sejak suapan pertama, bahkan tanpa tambahan kecap atau sambal.


Kelezatan tersebut berasal dari penggunaan kaldu ayam yang meresap sempurna ke dalam nasi. Resep yang diwariskan secara turun-temurun juga menjadi kunci utama dalam menjaga konsistensi rasa selama puluhan tahun. Inilah yang membuat pelanggan lama tetap setia, sekaligus menarik minat generasi baru.


Sajian Melimpah dengan Pelengkap Menggoda

Dalam satu porsi, pengunjung akan disuguhi topping yang cukup lengkap. Mulai dari suwiran ayam yang melimpah, kacang kedelai goreng yang renyah, hingga taburan bawang goreng dan seledri segar. Kerupuk dan emping turut melengkapi sensasi makan yang semakin kaya tekstur.


Namun yang membuat pengalaman kuliner di sini semakin menarik adalah pilihan menu pendampingnya. Salah satu yang paling direkomendasikan adalah kroket atau risol isi bihun yang disantap bersama bubur hangat. Selain itu, tersedia pula berbagai lauk tambahan seperti sate usus, ati ampela, pepes ayam, hingga tulang ayam berbumbu bagi yang ingin porsi lebih mengenyangkan.


Nuansa Tempat yang Nyaman

Meski dikenal sebagai kuliner legendaris, tempat makan ini telah beradaptasi dengan perkembangan zaman. Lokasinya kini hadir dengan suasana yang lebih modern, bersih, dan nyaman tanpa meninggalkan kesan klasiknya.


Tempat ini kerap menjadi pilihan untuk sarapan keluarga maupun santapan santai di tengah aktivitas kota. Lokasinya yang strategis juga memudahkan wisatawan untuk menjangkaunya.


Informasi dan Tips Berkunjung

Bubur Ayam Bunut berlokasi di Jalan Siliwangi No. 93, Cikole, Kota Sukabumi, sekitar tujuh menit dari Stasiun Sukabumi. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB, sehingga cocok untuk sarapan maupun makan malam.


Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau, berkisar antara Rp23.000 hingga Rp30.000 per porsi, tergantung pilihan topping.


Untuk pengalaman terbaik, disarankan datang pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Selain bisa menikmati bubur dalam kondisi paling segar, pengunjung juga dapat merasakan suasana khas sarapan warga lokal. Menyantapnya dengan teh tawar hangat akan menjadi penutup yang pas.


Bubur Ayam Bunut bukan hanya sekadar hidangan, melainkan bagian dari perjalanan sejarah kuliner Sukabumi. Bagi para pencinta wisata kuliner, mencicipi semangkuk bubur di sini bisa menjadi pengalaman yang melengkapi kunjungan ke kota ini.



Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)