Es Sakoteng Abah Oding, Kuliner Legendaris Subang Sejak 1960-an yang Tetap Diburu

Jabar Tourism
0

Es Sakoteng Abah Oding Subang (gmaps/4Sunflowers)

Subang dikenal memiliki beragam kuliner khas yang menggugah selera, terutama saat bulan Ramadan. Di antara banyak pilihan takjil, es sakoteng menjadi salah satu minuman yang selalu diburu masyarakat. Salah satu yang paling melegenda adalah Es Sakoteng Abah Oding, yang telah eksis sejak era 1960-an dan masih bertahan hingga kini.


Berlokasi di kawasan Jalan Pasar Baru, Blok Jagal, Subang, minuman sederhana ini justru memiliki daya tarik kuat. Setiap Ramadan, lapak es sakoteng tersebut tak pernah sepi pembeli. Bahkan, antrean panjang kerap terjadi menjelang waktu berbuka, dan tak jarang dagangan sudah habis sebelum azan Magrib berkumandang.


Secara komposisi, es sakoteng ini tergolong sederhana. Isinya berupa pacar cina berwarna merah, parutan kelapa, gula cair, serta es serut. Namun, perpaduan bahan yang pas menjadi kunci kelezatan yang membuatnya berbeda dari minuman sejenis.


Es Sekoteng Abah Oding (gmaps/Dadang Sopian)

Keistimewaan lainnya terletak pada konsistensi rasa yang tetap terjaga sejak awal berdiri. Usaha ini dirintis oleh Abah Oding pada tahun 1966 dan terus berkembang hingga memiliki banyak pelanggan setia lintas generasi. Meski sang pendiri telah wafat pada 2019, usaha tersebut tetap dilanjutkan oleh keluarganya dengan resep yang tidak berubah.


Dalam aktivitas penjualannya, jumlah bahan yang digunakan cukup fantastis. Pada hari biasa, puluhan butir kelapa dapat habis terjual, sementara saat Ramadan jumlahnya bisa meningkat hingga dua atau tiga kali lipat. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap minuman tradisional tersebut.


Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, yakni sekitar Rp13.000 per porsi. Dengan harga tersebut, pembeli sudah bisa menikmati kesegaran minuman legendaris yang telah bertahan lebih dari lima dekade.


Lebih dari sekadar pelepas dahaga, Es Sakoteng Abah Oding menjadi bagian dari nostalgia kuliner masyarakat Subang. Kehadirannya membuktikan bahwa cita rasa tradisional tetap memiliki tempat di tengah gempuran kuliner modern. Konsistensi rasa, harga terjangkau, serta nilai historis menjadi faktor utama yang membuat minuman ini terus diminati hingga sekarang.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)