![]() |
| SDN Banjarsari Bandung (jurnalpolisi) |
Di tengah riuhnya perkembangan kota modern, kawasan Jalan Merdeka menyimpan sebuah potongan masa lalu yang masih bertahan. Di antara pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran, berdiri SDN 113 Banjarsari—atau yang lebih akrab disebut SDN Banjarsari—sebuah bangunan pendidikan yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Kota Bandung sejak era kolonial.
Sekilas, sekolah ini tampak seperti bangunan tua biasa. Namun di balik dindingnya, tersimpan cerita panjang yang berakar sejak awal abad ke-20. Berdasarkan catatan sejarah, cikal bakal gedung ini bermula pada tahun 1905 ketika seorang tokoh bernama Murder Agustine Philipsen membeli sebuah rumah di kawasan dekat Gereja Putih. Niatnya sederhana namun bermakna besar: mendirikan sekolah dasar.
Menariknya, sebelum menjadi sekolah formal, lokasi ini juga pernah digunakan sebagai tempat praktik siswa Kweekschool sekitar tahun 1870. Hal ini menjadikan kawasan tersebut sebagai salah satu titik penting dalam perkembangan pendidikan bagi masyarakat pribumi di Bandung pada masa itu.
Meski telah mengalami sejumlah renovasi, nilai historis bangunan ini tetap terasa kuat. Letaknya yang strategis di Jalan Merdeka No. 22, tepat di seberang Balai Kota Bandung, semakin menegaskan posisinya sebagai bagian dari pusat sejarah kota.
Dari sisi arsitektur, SDN Banjarsari menghadirkan nuansa kolonial yang khas. Bangunan ini dirancang dengan pendekatan yang menyesuaikan iklim tropis. Jendela-jendela besar berbahan kayu menjadi elemen utama, berfungsi untuk menjaga sirkulasi udara tetap optimal. Ditambah dengan langit-langit tinggi dan dinding bata yang kokoh, suasana di dalam ruangan terasa sejuk dan lapang.
Sebagai bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, keaslian bentuknya tetap dijaga. Hal ini menjadikan SDN Banjarsari tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga daya tarik tersendiri bagi pecinta sejarah dan arsitektur klasik.
Memasuki era modern, sekolah ini tidak berhenti beradaptasi. Di bawah nama resminya saat ini, SDN 113 Banjarsari terus berkembang menjadi salah satu sekolah dasar unggulan di Bandung. Berbagai prestasi siswa di bidang akademik maupun non-akademik, seperti Paskibra dan olahraga, menjadi bukti nyata kualitas pendidikan yang ditawarkan.
Fasilitas modern pun telah melengkapi bangunan bersejarah ini, menciptakan keseimbangan antara warisan masa lalu dan kebutuhan masa kini. Dengan akreditasi A yang disandangnya, SDN Banjarsari menunjukkan bahwa bangunan tua bukan sekadar peninggalan, melainkan fondasi kuat untuk membangun generasi masa depan.
Bagi siapa pun yang melintasi Jalan Merdeka, keberadaan sekolah ini menjadi pengingat bahwa di balik wajah modern Bandung, masih ada cerita lama yang terus hidup dan layak untuk dikenang.

