
Bupati Jeje Ritchie Ismail saat menghadiri acara Dubrig (Prokompim KBB)
Bandung Barat - Festival Seni Budaya Dur Bedug Ngaibrig (Dubrig) yang digelar pada Sabtu (9/5) di Kampung Manglayang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, berlangsung semarak dan dipenuhi antusiasme masyarakat. Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal itu menghadirkan berbagai pertunjukan seni tradisional khas Sunda yang mampu menarik perhatian warga dari berbagai kalangan.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, turut hadir membuka acara dan menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat serta para pelaku seni yang terus menjaga tradisi daerah. Menurutnya, Festival Dubrig bukan sekadar hiburan, melainkan ruang penting untuk memperkuat identitas budaya Bandung Barat di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Ia mengajak generasi muda untuk tidak melupakan akar budaya daerahnya sendiri. Seni tradisional, kata Jeje, harus terus diwariskan agar tidak hilang tergerus arus globalisasi. Kehadiran festival seperti ini dinilai menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga eksistensi budaya lokal agar tetap dikenal dan dicintai masyarakat.
Suasana festival semakin hidup ketika alunan bedug dan pertunjukan seni tradisional ditampilkan secara bergantian. Warga tampak memadati lokasi acara sejak siang hingga malam hari. Tidak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen pertunjukan karena dinilai unik dan sarat nilai budaya.
Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan tersebut juga memberi dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan ekonomi kreatif di sekitar lokasi acara. Sejumlah pedagang kuliner dan kerajinan lokal terlihat ramai diserbu pengunjung yang datang menikmati festival.
Festival Dubrig sendiri dikenal sebagai salah satu kesenian tradisional khas Bandung Barat yang memiliki nilai historis dan kebersamaan masyarakat. Tradisi ini memadukan unsur musik, ritme bedug, dan semangat gotong royong yang telah diwariskan turun-temurun.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin agar seni budaya daerah tetap hidup dan menjadi daya tarik wisata budaya. Dengan dukungan masyarakat dan para seniman lokal, Festival Dubrig diharapkan mampu menjadi simbol pelestarian budaya Sunda yang terus berkembang di tengah masyarakat modern.
