Masjid Tua Peninggalan Syech Ja’far Shidiq, Jejak Dakwah Islam Berusia Empat Abad di Garut

Jabar Tourism
0

Masjid Tua Peninggalan Syech Ja’far Shidiq (infogarut)

Di tengah permukiman warga di kawasan Cibiuk, Kabupaten Garut, berdiri sebuah masjid tua yang menjadi saksi perjalanan panjang penyebaran Islam di wilayah Priangan. Bangunan bersejarah tersebut diyakini sebagai salah satu masjid tertua di Garut, peninggalan ulama penyebar Islam, Syech Ja’far Shidiq atau yang dikenal masyarakat sebagai Bah Wali Cibiuk.


Masjid yang berada di Kampung Pasantren, Desa Cibiuk Kidul itu diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-16. Hingga kini, bangunan utamanya masih mempertahankan bentuk asli khas arsitektur masjid kuno di Pulau Jawa. Atapnya berbentuk limas bertingkat dengan struktur kayu yang disusun tanpa menggunakan paku besi.


Keunikan masjid ini tidak hanya terlihat dari desainnya, tetapi juga dari material bangunan yang masih mempertahankan unsur tradisional. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu dan kayu, sementara lantainya masih menggunakan model papan panggung. Cahaya matahari masuk melalui sela-sela anyaman bambu dan bagian atap, menciptakan suasana teduh sekaligus khusyuk bagi para jamaah.


Di bagian tengah masjid terdapat tiang utama berbahan kayu jati yang dipercaya belum pernah diganti sejak pertama kali dibangun. Seluruh konstruksi bangunan dirancang dengan teknik sambungan kayu tradisional yang saling mengikat, menunjukkan tingginya kemampuan arsitektur masa lampau.


Menurut catatan sejarah, pembangunan masjid diprakarsai oleh Syech Ja’far Shidiq bersama Syech Maulana Mansur. Arsiteknya didatangkan langsung dari wilayah Pandeglang, Banten, sehingga bentuk bangunannya memiliki kemiripan dengan masjid-masjid kuno di tanah Banten.


Meski telah mengalami beberapa renovasi, bentuk utama masjid tetap dipertahankan. Perubahan paling mencolok terjadi pada bagian atap yang dahulu menggunakan susunan bambu dan ijuk, lalu diganti genting pada era 1950-an untuk menghindari ancaman pembakaran saat masa pemberontakan DI/TII.


Kini, masjid tua tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi religi dan sejarah yang terus dijaga oleh masyarakat setempat. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa dakwah Islam di Garut telah tumbuh kuat sejak ratusan tahun silam.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)