![]() |
| Kue Gapit Khas Cirebon (pinterest) |
Berbicara tentang wisata kuliner Cirebon, kebanyakan orang langsung teringat empal gentong atau nasi jamblang yang sudah terkenal hingga ke berbagai daerah. Namun, di balik deretan kuliner populer tersebut, Cirebon juga memiliki camilan tradisional yang telah menjadi favorit masyarakat sejak lama, yaitu kue gapit. Jajanan khas ini bukan hanya sekadar makanan ringan, melainkan bagian dari warisan kuliner yang terus bertahan di tengah gempuran makanan modern.
Bagi wisatawan yang gemar berburu oleh-oleh autentik, kue gapit menjadi salah satu pilihan terbaik untuk dibawa pulang setelah menjelajahi berbagai destinasi wisata di Kota Cirebon. Teksturnya yang renyah, cita rasanya yang khas, serta proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara tradisional menjadikan camilan ini memiliki daya tarik tersendiri.
Kue Tradisional dengan Sejarah Panjang
Nama kue gapit berasal dari proses pembuatannya yang menggunakan dua cetakan besi yang dijepit atau "digapit" untuk memanggang adonan hingga matang. Teknik sederhana ini telah digunakan secara turun-temurun oleh para perajin kue di Cirebon dan menjadi ciri khas yang membedakannya dari camilan tradisional lainnya.
Sekilas, bentuk kue gapit menyerupai wafer tipis atau kue semprong yang pipih. Namun, ketika digigit, wisatawan akan merasakan tekstur yang lebih padat dan renyah dengan aroma khas yang menggugah selera. Bahan bakunya pun relatif sederhana, mulai dari tepung tapioka, gula, santan, hingga berbagai rempah pilihan yang menghasilkan cita rasa unik.
Oleh-Oleh Favorit Wisatawan
Dalam beberapa tahun terakhir, kue gapit semakin dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Cirebon yang banyak dicari wisatawan. Kemasannya yang praktis membuat camilan ini mudah dibawa saat perjalanan jauh. Selain itu, daya tahannya yang cukup lama menjadikannya pilihan ideal sebagai buah tangan untuk keluarga maupun teman.
Menariknya, jika dahulu kue gapit hanya tersedia dalam rasa original atau kelapa, kini wisatawan dapat menemukan berbagai varian rasa yang lebih modern. Mulai dari keju, bawang, kacang, wijen, jahe, kencur, udang, cokelat, hingga balado pedas tersedia untuk memenuhi selera berbagai kalangan.
Perpaduan antara resep tradisional dan inovasi rasa inilah yang membuat kue gapit tetap eksis dan dicintai lintas generasi.
Mengunjungi Sentra Kue Gapit di Cirebon
Bagi pecinta wisata kuliner yang ingin mendapatkan pengalaman lebih autentik, mengunjungi sentra produksi kue gapit bisa menjadi aktivitas menarik selama berada di Cirebon. Salah satu kawasan yang dikenal sebagai pusat produksi kue gapit berada di wilayah Weru.
Di tempat ini, pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan kue gapit yang masih dilakukan secara tradisional. Mulai dari pencampuran adonan, proses pemanggangan menggunakan cetakan besi, hingga tahap pengemasan. Aroma harum yang keluar dari proses pemanggangan sering kali menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang.
Melengkapi Perjalanan Wisata di Kota Udang
Wisata ke Cirebon rasanya belum lengkap tanpa mencicipi dan membawa pulang kue gapit. Di tengah berkembangnya tren kuliner modern, camilan tradisional ini tetap mampu mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu ikon kuliner daerah.
Jika Anda berencana menjelajahi berbagai destinasi wisata sejarah, budaya, maupun religi di Cirebon, sempatkanlah berburu kue gapit di pusat oleh-oleh atau sentra produksinya. Selain menikmati kelezatannya, Anda juga ikut mendukung pelestarian kuliner tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas Kota Cirebon.
Kue gapit bukan sekadar camilan renyah, melainkan cerita tentang tradisi, kreativitas, dan cita rasa khas Cirebon yang terus hidup dari generasi ke generasi.

