Sumedang Disiapkan Jadi Pusat Budaya Sunda, Ini Strategi Pemprov Jabar

Jabar Tourism
0

Kirab Mahkota Binokasih di Sumedang (Pemkab Sumedang)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengambil langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya daerah. Salah satu upaya yang kini tengah diprioritaskan adalah menjadikan Kabupaten Sumedang sebagai pusat budaya Sunda yang terintegrasi dengan pembangunan wilayah.


Gagasan ini bukan sekadar proyek pembangunan biasa, melainkan bagian dari strategi besar untuk mengembalikan nilai-nilai tradisional Sunda agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. Pemerintah menilai bahwa pembangunan daerah tidak boleh lepas dari akar budaya yang telah lama menjadi identitas masyarakat.


Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa Sumedang memiliki posisi penting dalam sejarah dan perkembangan budaya Sunda. Menurutnya, daerah ini bukan hanya sekadar wilayah administratif, tetapi juga bagian dari peradaban Sunda yang sarat nilai filosofis, simbol, serta warisan budaya yang kuat. 


Ia menambahkan, pembangunan yang dilakukan ke depan harus mampu menyatu dengan karakter masyarakat lokal. Dengan kata lain, pembangunan fisik tidak boleh mengabaikan aspek budaya, melainkan harus menjadi refleksi dari jati diri masyarakat Sunda itu sendiri.


Penataan Kota Berbasis Budaya

Dalam mewujudkan visi tersebut, Pemprov Jabar akan melakukan penataan kawasan Sumedang dengan pendekatan berbasis budaya. Penataan ini tidak hanya mencakup aspek besar seperti tata ruang kota, tetapi juga menyentuh detail-detail kecil yang selama ini sering terabaikan.


Beberapa elemen yang menjadi fokus penataan antara lain wajah jalan utama, ruang publik, desain gapura, pencahayaan jalan, hingga penataan kios-kios masyarakat. Semua elemen tersebut akan dirancang dengan nuansa budaya Sunda yang kental agar menciptakan identitas visual yang khas dan kuat. 


Selain itu, konsep pengembangan ini juga akan diintegrasikan dengan kawasan pendidikan. Hal ini menjadi penting karena Sumedang, khususnya wilayah Jatinangor, dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan di Jawa Barat. Dengan integrasi tersebut, diharapkan tercipta ekosistem yang menggabungkan nilai akademik dan budaya secara harmonis.


Menghidupkan Nilai, Bukan Sekadar Simbol

Lebih jauh, upaya menjadikan Sumedang sebagai pusat budaya Sunda bukan hanya berhenti pada simbol atau tampilan fisik semata. Pemerintah ingin memastikan bahwa nilai-nilai budaya benar-benar hidup dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.


Konsep ini sejalan dengan pandangan bahwa budaya tidak hanya ditampilkan dalam bentuk acara atau seremoni, tetapi harus menjadi bagian dari perilaku, pola pikir, dan sistem sosial masyarakat. Dengan demikian, budaya Sunda tidak hanya dilestarikan, tetapi juga terus berkembang sesuai zaman.


Secara historis, Sumedang memang memiliki akar budaya yang kuat. Wilayah ini pernah menjadi pusat peradaban Sunda melalui keberadaan Kerajaan Sumedang Larang, yang menjadi salah satu simbol kejayaan budaya Sunda di masa lampau. Warisan sejarah inilah yang menjadi dasar kuat bagi pengembangan Sumedang sebagai pusat budaya saat ini.


Membangun Masa Depan Berbasis Kearifan Lokal

Langkah Pemprov Jabar ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi, terutama dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan identitas budaya yang kuat, Sumedang berpotensi menjadi destinasi unggulan yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.


Tidak hanya itu, penguatan budaya juga dapat menjadi fondasi dalam membangun karakter masyarakat yang lebih berdaya saing tanpa kehilangan jati diri. Di tengah globalisasi, pendekatan ini dinilai relevan untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian nilai tradisional.


Dengan berbagai langkah yang telah disiapkan, Sumedang kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi pusat budaya Sunda. Tantangan ke depan tentu tidak ringan, namun dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, visi ini bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)