Menikmati Awug Cibeunying, Jajanan Tradisional Sunda yang Bertahan Lebih dari Empat Dekade

Jabar Tourism
0

Awug Cibeunying Bandung (gmaps/S P)

BANDUNG
- Bandung dikenal sebagai surga kuliner yang selalu menghadirkan pengalaman baru bagi para wisatawan. Namun, di balik ramainya kafe modern dan jajanan kekinian, Kota Kembang masih menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang layak dijelajahi. Salah satu destinasi yang patut masuk dalam daftar wisata kuliner adalah Awug Cibeunying, tempat yang telah menjaga cita rasa autentik jajanan khas Sunda sejak tahun 1980.


Berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 361, kawasan Cibeunying, kedai sederhana ini menjadi tujuan para pencinta kuliner tradisional. Tak sedikit wisatawan yang sengaja datang untuk menikmati awug hangat yang dibuat dengan resep turun-temurun. Kehadirannya menjadi bukti bahwa kuliner warisan leluhur tetap mampu bertahan di tengah perubahan tren makanan modern.


Bagi yang belum mengenalnya, awug merupakan salah satu kue tradisional khas Sunda yang terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dan gula merah. Adonan tersebut dikukus menggunakan cetakan berbentuk kerucut sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dengan aroma khas. Saat disajikan hangat, lelehan gula merah di dalamnya berpadu dengan gurihnya kelapa, menciptakan rasa sederhana yang sulit dilupakan.


Selain menjadi camilan favorit masyarakat Sunda, awug juga memiliki nilai budaya. Dahulu, jajanan ini kerap hadir dalam berbagai acara keluarga, hajatan, hingga tradisi syukuran. Proses pembuatannya yang masih mengandalkan teknik mengukus tradisional membuat cita rasanya tetap terjaga hingga sekarang.


Tidak hanya awug, pengunjung juga dapat menemukan beragam jajanan pasar khas Sunda lainnya seperti klepon, putri noong, putu ayu, cinde, ali agrem, ongol-ongol, gurandil, ladu, hingga jiwel. Aneka pilihan tersebut menghadirkan pengalaman menikmati kekayaan kuliner tradisional dalam satu kunjungan.


Salah satu daya tarik Awug Cibeunying adalah konsistensinya dalam menjaga kualitas. Bahan baku seperti tepung beras, kelapa segar, dan gula merah dipilih dengan cermat agar menghasilkan rasa yang autentik. Tak heran jika permintaan terus meningkat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan, ketika banyak wisatawan berburu kuliner legendaris Bandung.


Harga yang ramah di kantong juga menjadi alasan tempat ini selalu ramai. Awug tersedia dalam berbagai ukuran dan kemasan, mulai dari besek hingga dus, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh khas Bandung untuk keluarga maupun kerabat.


Jika Anda sedang menyusun agenda wisata kuliner di Bandung, sempatkanlah mampir ke Awug Cibeunying. Di tempat ini, Anda tidak hanya menikmati kelezatan jajanan tradisional, tetapi juga menyelami jejak budaya Sunda yang masih hidup melalui setiap kukusan awug yang disajikan hangat. Pengalaman sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa cita rasa autentik sering kali lahir dari resep yang diwariskan dan dijaga dengan penuh ketekunan selama puluhan tahun.***

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)