Developer Sumedang Hadirkan Game Roblox “Perang Bantal” Bernuansa Kemerdekaan

Jabar Tourism
0

Game Roblox 'Perang Bantal' (inimahsumedang)

SUMEDANG
— Semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kini tak hanya hadir lewat berbagai perlombaan di kampung-kampung. Kreativitas bernuansa Agustusan juga merambah dunia digital melalui sebuah game Roblox berjudul “Perang Bantal” yang dikembangkan oleh kreator asal Sumedang.


Game tersebut dibuat oleh Tegar Gunaya, developer asal Kecamatan Paseh, Sumedang, yang dikenal di platform Roblox dengan nama Bang Kai. Di tengah kesibukannya bekerja di perusahaan swasta, Tegar mengembangkan game sebagai aktivitas sampingan sekaligus ruang untuk menyalurkan minatnya terhadap dunia digital.


Ketertarikan Tegar pada game sebenarnya sudah muncul sejak duduk di bangku sekolah. Namun, ia baru menekuni pengembangan game secara lebih serius sejak tahun lalu. Roblox menjadi pilihannya karena platform tersebut menyediakan Roblox Studio yang relatif mudah dipelajari, termasuk bagi mereka yang baru mulai terjun ke dunia pengembangan game.


Tegar juga merupakan pendiri Pandawa Universe, komunitas yang sebelumnya dibangun untuk mendukung game pertamanya, Mount Wayang. Komunitas tersebut kini telah berkembang pesat dan memiliki sekitar 1,1 juta anggota di Roblox.


Tegar Gunaya Developer Game Sumedang (inimahsumedang)

Sejumlah karya Tegar pun telah mencatat jumlah kunjungan yang cukup tinggi. Mount Wayang, misalnya, telah memperoleh sekitar 6,9 juta kunjungan, sementara Pasundan Obstacle menembus lebih dari 600 ribu kunjungan dan Adu Kelereng sekitar 500 ribu kunjungan.


Berbeda dari game yang sekadar mengandalkan kecepatan, Perang Bantal menawarkan permainan yang membutuhkan perpaduan ketangkasan, strategi, konsentrasi, serta kemampuan membaca situasi. Pemain harus menentukan momentum yang tepat untuk menyerang, bertahan, hingga memulihkan energi.


Pengembangan game ini berlangsung lebih dari satu bulan sebelum memasuki tahap beta pada 12 Agustus 2026. Menariknya, seluruh proses tersebut dikerjakan Tegar seorang diri.


Bagi Tegar, Perang Bantal bukan sekadar permainan untuk menyambut Agustusan. Karya tersebut menjadi caranya ikut merayakan kemerdekaan melalui medium yang dekat dengan generasi digital.


Kecintaan terhadap budaya lokal juga ikut mewarnai perjalanan kreatifnya. Tegar tumbuh dalam keluarga yang memiliki kedekatan dengan seni tradisional. Ayahnya merupakan seorang dalang, sementara kakeknya dikenal sebagai penggiat seni Kuda Renggong. Latar belakang tersebut kemudian menjadi inspirasi untuk menghadirkan unsur budaya lokal dalam karya-karyanya.


Melalui Perang Bantal, Tegar berharap game buatannya mampu menjadi hiburan sekaligus membawa semangat patriotisme dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada pemain dari berbagai negara.


Ia juga mengajak generasi muda Sumedang untuk berani mengeksplorasi potensi di dunia digital. Menurutnya, industri digital menawarkan banyak ruang untuk berkarya, sehingga anak muda tidak perlu takut mencoba dan menghasilkan sesuatu dari kreativitas mereka.***

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)