Perkuat Kompetensi Pemandu Lokal, Disparbud Jabar Dorong Profesionalisme Desa Wisata

Jabar Tourism
0

Sertifikasi Pramuwisata Lokal Desa/Kampung Wisata Jawa Barat (Disparbud Jabar)

BANDUNG
– Pengembangan desa wisata di Jawa Barat tidak hanya membutuhkan destinasi yang menarik, tetapi juga sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan profesional kepada wisatawan. Karena itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat terus memperkuat kompetensi pelaku pariwisata di tingkat lokal.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui Sertifikasi Pramuwisata Lokal Desa/Kampung Wisata Jawa Barat yang digelar di Kantor Disparbud Jabar, Kamis (27/8/2026). Program ini merupakan hasil kolaborasi Disparbud Jabar dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Disparbud Jabar Iendra Sofyan yang diwakili Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Irma Yuliawantini. Proses sertifikasi juga melibatkan LSP Pramindo sebagai asesor kompetensi.

Peserta sertifikasi berasal dari 10 besar Desa/Kampung Wisata dalam ajang Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA) 2026. Mereka berasal dari Desa Wisata Sukawangun, Karangjaya, Bantar Agung, Gunungsari, Gunung Malang, Gedepangrango, Karamatwangi, Jalatrang, Pajambon, serta Kampung Wisata Saung Eling.

Sertifikasi menjadi bagian penting dalam membangun standar pelayanan pariwisata di tingkat desa. Seorang pemandu lokal tidak hanya bertugas menemani perjalanan wisatawan, tetapi juga menjadi wajah dari destinasi yang dikunjunginya.

Kemampuan komunikasi, penguasaan sejarah dan budaya lokal, etika pelayanan, hingga menciptakan suasana aman dan nyaman menjadi kompetensi yang harus dimiliki seorang pramuwisata. Dengan pengakuan kompetensi melalui proses sertifikasi, kapasitas pemandu diharapkan semakin profesional dan dipercaya wisatawan.

Perkuat Kompetensi Pemandu Lokal, Disparbud Jabar Dorong Profesionalisme Desa Wisata (Disparbud Jabar)

Upaya tersebut semakin relevan setelah Disparbud Jabar menetapkan 15 pengelola desa/kampung wisata terbaik SWJ ITDMA 2026 dari 44 peserta. Para pengelola terpilih mendapatkan pembinaan dan pendampingan sebagai persiapan menuju ajang Wonderful Indonesia Tourism Award 2026 tingkat nasional.

Penguatan SDM pun menjadi bagian dari strategi membangun desa wisata yang tidak sekadar menawarkan atraksi, tetapi mampu menghadirkan pengalaman wisata berkualitas sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Dengan pemandu lokal yang semakin kompeten, potensi alam, budaya, kuliner, dan kehidupan masyarakat di berbagai desa wisata Jawa Barat diharapkan dapat dikemas menjadi pengalaman yang lebih informatif, berkesan, dan berdaya saing.***

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)