Kolaborasi Bumi Aki Heritage dan Disparbud Jabar Dorong Wisata Gastronomi Berbasis Budaya

Jabar Tourism
0

Kolaborasi Bumi Aki Heritage dan Disparbud Jabar Dorong Wisata Gastronomi Berbasis Budaya (Disparbud Jabar)

Upaya memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digencarkan adalah pengembangan wisata gastronomi yang mengangkat kekayaan kuliner lokal sebagai daya tarik utama. Inisiatif ini diwujudkan melalui kolaborasi antara Bumi Aki Heritage dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat.


Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama yang berfokus pada pengembangan wisata gastronomi berbasis kearifan lokal Sunda. Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah melalui kuliner tradisional yang autentik.


Bumi Aki Heritage sendiri merupakan restoran Sunda modern yang berdiri di Bandung sejak 2023. Restoran ini hadir dengan konsep yang menggabungkan pengalaman bersantap dengan nilai budaya, menjadikannya lebih dari sekadar tempat makan. Melalui pendekatan gastronomi, berbagai hidangan khas Sunda diangkat kembali, seperti burayot, nagasari, es goyobod, hingga menu ikonik seperti empal gentong dan sate maranggi.


Deputi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, menilai bahwa kuliner lokal memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia. Ia menyebut gastronomi sebagai salah satu kunci dalam membangun citra destinasi wisata berkualitas yang mampu bersaing di tingkat global.


Hal senada disampaikan Kepala Disparbud Jawa Barat, Iendra Sofyan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam memperkuat daya saing pariwisata daerah. Menurutnya, pendekatan berbasis budaya dan kuliner mampu menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkesan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.


Dari sisi pelaku usaha, CEO PT Bumi Aki Boga, Anisha Desiliana Resti, menjelaskan bahwa kuliner merupakan medium efektif untuk memperkenalkan budaya kepada masyarakat luas. Melalui konsep yang diusung, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman makan yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga sarat nilai kebersamaan lintas generasi.


Lebih jauh, pengembangan wisata gastronomi ini tidak hanya berfokus pada makanan semata. Konsep yang dibangun juga mengintegrasikan unsur seni, seperti musik dan tari tradisional, sehingga menghadirkan pengalaman budaya yang lebih menyeluruh. Pendekatan ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda tanpa meninggalkan akar tradisi.


Dalam implementasinya, wisata gastronomi juga membuka peluang besar bagi sektor ekonomi kreatif dan UMKM lokal. Dengan meningkatnya permintaan terhadap kuliner tradisional, para pelaku usaha kecil dapat turut merasakan dampak positif dari pertumbuhan pariwisata. Selain itu, keterlibatan petani dan produsen bahan baku lokal juga menjadi bagian penting dalam rantai ekosistem ini.


Ke depan, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu destinasi wisata gastronomi unggulan di Indonesia. Tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, Jawa Barat juga berpotensi menjadi pusat eksplorasi kuliner tradisional yang kaya akan cerita dan filosofi.


Dengan strategi yang mengedepankan budaya lokal dan inovasi, langkah ini menjadi bukti bahwa kuliner bukan sekadar kebutuhan, melainkan juga identitas yang mampu menggerakkan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)